kamagra kopen kamagra online kamagra 100 viagra tablets australia levitra online australia cialis daily australia levitra australia kamagra 100mg cialis bijsluiter cialis kopen viagra kopen viagra online
viagra tablets australia levitra online australia viagra générique viagra pour femme cialis générique cialis en ligne levitra générique levitra prix kamagra 100 kamagra 100mg kamagra kopen kamagra online cialis bijsluiter cialis kopen viagra kopen viagra online cialis daily australia levitra australia
Background Color:
 
Background Pattern:
Reset
Search
Warta & Artikel

Ketatnya Akreditasi Cabang, Batasan Usia, dan Ahwa, Jadi Momok Kongres XV GP Ansor

Ketatnya Akreditasi Cabang, Batasan Usia, dan Ahwa, Jadi Momok Kongres XV GP Ansor

Jakarta, Ma'arif Online - Selangkah lagi Gerakan Pemuda (GP) Ansor akan menggelar hajat lima tahunan. Teka-teki siapa bakal menjadi ketua umum berikutnya, termasuk ketatnya batasan usia calon ketum dan akreditasi cabang, serta memaksakan sistem Ahwa (formatur) nampaknya akan jadi momok dan perdebatan sengit pelaksanaan Kongres XV.

Ketua Umum Gerakan Pemuda Ansor Nusron Wahid dalam sambutan pembukaan Pra-Kongres XV GP Ansor di Padjadjaran Suite, Tangerang, menegaskan pimpinan pusat tidak mau mengobral SK pengurus cabang atau wilayah menjelang Kongres XV di Yogyakarta 25-27 November 2015.
“Pimpinan Pusat GP Ansor akan berhati-hati dalam mengeluarkan surat keputusan (SK) terkait dengan pimpinan cabang atau wilayah. Saya tak mau ada SK diobral menjelang Kongres,” ujar Nusron, Sabtu (7/11/2015).

Dia mengatakan SK hanya diberikan kepada pimpinan wilayah dan pimpinan cabang yang sudah lolos akreditasi sesuai dengan peraturan organisasi yang berlaku. Dengan demikian, tidak ada pimpinan cabang “abal-abal” yang hanya muncul menjelang Kongres demi kepentingan suara semata.

Hal yang sama diungkap Sekretaris Jenderal Pimpinan Pusat GP Ansor M. Aqil Irham, bahwa organisasi pemuda sayap NU tersebut menerapkan hal itu karena ingin memperkuat organisasi melalui sistem pengkaderan yang mapan terstruktur dan sistematik. “Kita enggak ingin organisasi kita hanya sekadar papan nama, hanya ikut kongres, atau munas,” katanya.

Selain ketatnya persyaratan peserta Kongres XV GP Ansor, panitia konon juga akan menerapkan sistem Ahwa (Ahlu halli wal Aqdi) yang akan diterapkan dalam pemilihan Ketua Umum GP Ansor dan batasan usia 40 tahun. Fenomena itu terungkap dalam forum tertutup yang dikemas pada acara Pra-Kongres di beberapa daerah dengan mengusulkan calon formatur dari masing-masing wilayah.

Syahdan, pro-kontra terhadap rencana itu mencuat di sejumlah cabang. Pimpinan Cabang Kabupaten Malang, Jawa Timur, secara tegas menolak sistem Ahwa (Ahlu halli wal Aqdi) yang akan diterapkan dalam pemilihan Ketua Umum GP Ansor dalam Kongres Ansor ke XV. Menurut Sekretaris GP Ansor Kabupaten Malang, Husnul M Syadad, Ketua Umum GP Ansor, Nusron Wahid, memaksakan kehendak bagaimana Ketua Umum GP Ansor dipilih dengan sistem Ahwa, layaknya pemilihan Ketua Umum PBNU saat Muktamar NU di Jombang beberapa bulan lalu.

"Jika dipaksakan, jelas Kongres Ansor di Yogja bakal kisruh. Mengapa, karena Nusron Wahid memaksakan umur calon Ketum 40 tahun dan sebelumnnya 41 tahun. Padahal di PD/PRT Ansor sudah jelas bahwa calon Ketum saat dipilih maksimal berumur 40 tahun," jelas Husnul.

Bahkan beber Husnul, sampai ada surat PBNU bernomor: 172/A.II.05/11/2015 yang ditandatangani langsung oleh Ketum PBNU, KH Said Aqil Siraj dan Sekretaris Jenderal PBNU, Helmy Faishal Zaini.
"Surat itu jelas mencurigakan karena muncul mendekati Kongres Ansor, tepatnya tanggal 9 Nop 2015," katanya. Nusron Wahid dinilai memaksakan pemilihan Ketum Ansor melalui dewan formatur atau sistem Ahwa. Hal itu dinilai telah mengibiri hak-hak cabang yang ada.

"Dan lagi-lagi, sistem Ahwa itu telah melanggar PD/PRT Ansor, yang telah menyarankan bahwa pemilihan Ketum Ansor dipilih langsung oleh peserta Kongres Ansor yang terdiri dari cabang dan wilyah," tegasnya.

Lebih lanjut Husnul menegaskan bahwa alasan Nusron Wahid itu adalah hasil kesepakatan pra Kongres yang dilaksanakan ditiga regional, yang kemudian dianggap sudah menjadi kesepakatan Kongres dan tinggal memutuskan di arena Kongres nantinya.

"Padahal, forum pra Kongres itu tidak ada legitimasinya dalam PD/PRT. Tidak ada yang namanya pra Kongres sebagai forum permysyawaratan dalam Ansor. Hal itu lagi-lagi pelanggaran PD/PRT Ansor.
Maka dari itu, kami PC Ansor Malang Raya (Kabupaten Malang, Kota Malang dan Kota Batu), menolak seluruh bentuk pelanggaran terhadap PD/PRT Ansor," jelasnya.

Mengapa? Karena kata Husnul, hal tersebut akan berpotensi membuat Kongres Ansor kisruh seperti saat Muktamar NU di Jombang. "Kalau hal itu sampai terjadi, maka Nusron Wahid adalah orang yang paling bertanggungjawab," tegasnya. [] wago



Tag:

Related Images

  • Ketatnya Akreditasi Cabang, Batasan Usia, dan Ahwa, Jadi Momok Kongres XV GP Ansor

Post Rating

There are gold and diamonds that have to caiso replica watches be earned, and it is rolex replica uk still very interesting to say that the replica watch table that embodies the taste of men has rolex replica watches either gold or diamonds.