kamagra kopen kamagra online kamagra 100 viagra tablets australia levitra online australia cialis daily australia levitra australia kamagra 100mg cialis bijsluiter cialis kopen viagra kopen viagra online
viagra tablets australia levitra online australia viagra générique viagra pour femme cialis générique cialis en ligne levitra générique levitra prix kamagra 100 kamagra 100mg kamagra kopen kamagra online cialis bijsluiter cialis kopen viagra kopen viagra online cialis daily australia levitra australia
Background Color:
 
Background Pattern:
Reset
Search
Warta & Artikel

Solaria Diterpa Isu: Sharing ke Ma'arif, Pasrah ke MUI Pusat

Solaria Diterpa Isu: Sharing ke Ma'arif, Pasrah ke MUI Pusat

Jakarta, Ma'arif Online - Restoran Solaria yang laris manis itu kembali diterpa "fitnah" isu makanannya mengandung babi alias tidak halal. Aneh, padahal restoran ini sudah bertahun-tahun mengantongi sertifikat halal dari MUI Pusat dan Badan Halal NU. Adakah yang sengaja bermain di balik isu tersebut? Murni persaingan bisnis, sentimen pribadi atau lebih jauh lagi, mengarah ke ranah politis-ideologis?

Pertanyaan rada menggelitik seperti itu mengemuka pada forum rapat rutin "reboan" Pengurus LP Ma'arif NU Pusat. Forum yang diperuntukkan membahas isu-isu terkini, selain dihadiri segenap pengurus LP Ma'arif NU Pusat, HZ Arifin Junaidi (Ketua), Neng Dara Afiah (Wk. Ketua), Wahyudin Ghazali (Wk.Sekretaris), Syaiful A'la (Wk. Bendahara), Ali Rahmat, Anisa Malik Haramain, dan Jauhar ketiganya sebagai Pengurus Bidang. Juga hadir sebagai tamu istimewa Direktur Utama PT Sinar Solaria yang juga pemilik Restoran Solaria, Aliuyanto dan H. Imam Mudzakir ( A'wan Syuriah NU), Rabu (25/11) sore.

Kehadiran bos Solaria ke kantor Ma'arif nampaknya bukan ini kali saja, Aliuyanto sudah seperti keluarga bagi Ma'arif. Sejak tahun lalu, Solaria memberikan program beasiswa bagi siswa-siswi SMK, SMA, dan Madrasah Aliyah Ma'arif NU di sejumlah daerah. Bahkan, Solaria juga membuka peluang kerja bagi lulusan SMTA Ma'arif yang berminat.

Sebagaimana telah dilansir berbagai media, bahwa Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan. dan Kosmetik (LPPOM) MUI Balikpapan konon menemukan bumbu yang digunakan Solaria di Balikpapan Plaza mengandung babi. Sehingga sebagian produk yang dijual di restoran itu dinyatakan tidak halal. Pemberitaan yang tersebar luas tersebut, berdasarkan temuan LPPOM MUI Balikpapan yang diungkap oleh Sekretaris MUI Balikpapan, Jailani, Selasa (24/11).

Menanggapi isu itu, nampaknya Solaria tidak ingin berpolemik soal halal dan tidaknya bumbu itu. Semua diserahkan kepada LPPOM MUI Pusat yang sedang mengumpulkan bukti. “Benar bahwa bumbu-bumbu itu semua berasal dari pusat dan sudah bersertifikat halal, tidak ada bumbu yang dibuat dan diolah sendiri” ujar Aliuyanto putra kelahiran Lombok, Mataram menjelaskan.

Direktur LPPOM MUI Lukmanul Hakim, menyebutkan, LPPOM MUI telah mengumpulkan sampel-sampel dari Solaria pusat maupun daerah. Termasuk sampel dari cabang Balikpapan. Menurutnya, data awal yang menyebutkan Solaria Balikpapan mengandung unsur babi berasal dari Dinas Peternakan dan Kelautan Kota Balikpapan, bukan dari MUI Balikpapan.

Menurut Lukmanul Hakim, Solaria sudah memiliki sertifikat halal dari LPPOM MUI. Maka, LPPOM MUI melakukan pengawasan terhadap perusahaan tersebut. Dari hasil pengawasan selama ini, lanjut Lukman, LPPOM MUI tidak menemukan adanya hal-hal yang mencurigakan atau bahkan positif babi. Solaria yang berstatus perusahaan pribadi pun selalu mengirimkan bahan baku, termasuk bumbunya dari pusat.

Kronologi peristiwa itu, dijelaskan, konon bermula dari langkah Dinas Pertanian, Peternakan dan Kelautan Kota Balikpapan yang melakukan sidak daging ilegal di beberapa toko dan restoran. Terdapat sekitar 21 orang petugas ikut sidak, tiga diantaranya dari MUI Kota Balikpapan, unsur Sekretaris (Jailani), Bendahara, dan Komisi Ekonomi. Sekira dua jam kemudian, MUI Kota Balikpapan mengumumkan bahwa restoran Solaria makanannya terindikasi mengandung babi. "Masa dalam waktu dua jam bahkan kurang, sudah ada keputusan. Laboratorium saja biasanya lebih dari 2-3 hari, kan aneh" tukas Aliuyanto.

Kejanggalan temuan tersebut, sempat menjadi bahan pertanyaan peserta rapat Pengurus LP Ma'arif NU Pusat. "Loh apa MUI daerah berhak memberikan pernyataan itu, metinya kan dari pusat?" tanya Ali Rahmat koordinator pengurus bidang Madrasah dan Sekolah yang juga seorang guru. "Siapa tahu ada unsur kesengajaan dari orang-orang yang memang tidak suka. Mungkin apa karena ada persaingan bisnis. Atau bisa saja sakit hati karena tidak jadi rekanan?" pertanyaan bernada spekulatif itu, meluncur begitu saja namun tak ada satu jawaban pun yang terlontar dalam forum rapat tersebut.

Akhirnya, bos Solaria berpamitan meninggalkan rapat karena nampaknya masih ada agenda lain yang harus diselesaikan sore itu. Rapat akhirnya kembali membahas agenda kerja Ma'arif ke depan. Disepakati sejumlah agenda kerja yang perlu segera dilaksanakan, diantaranya; 1) Laporan hasil Raker dan Rakernas Sako Pramuka Ma'arif NU. 2) Restrukturisasi, penataan dan penerbitan kembali website dan jurnal Ma'arif. 3). Seminar dan halaqah tentang Sinergi Legislatif dan LP Ma'arif NU dalam peningkatan kualitas pendidikan, nara sumber dari komisi VIII DPR RI, pada Rabu (9/12) depan dan dengan komisi lain pada reboan berikutnya. 4). Mengundang Prof. Ing. H. Moh. Nuh untuk mengkonsultasikan program pelatihan SABAK. 5). Kepada pengurus yang berhalangan hadir di rapat reboan, diminta memberitahukan sebelumnya. Demikian, hasil kesepakatan rapat reboan yang dapat disimpulkan. Semoga. [] wago



Tag:

Related Images

  • Solaria Diterpa Isu: Sharing ke Ma'arif, Pasrah ke MUI Pusat

Post Rating

There are gold and diamonds that have to caiso replica watches be earned, and it is rolex replica uk still very interesting to say that the replica watch table that embodies the taste of men has rolex replica watches either gold or diamonds.