kamagra kopen kamagra online kamagra 100 viagra tablets australia levitra online australia cialis daily australia levitra australia kamagra 100mg cialis bijsluiter cialis kopen viagra kopen viagra online
viagra tablets australia levitra online australia viagra générique viagra pour femme cialis générique cialis en ligne levitra générique levitra prix kamagra 100 kamagra 100mg kamagra kopen kamagra online cialis bijsluiter cialis kopen viagra kopen viagra online cialis daily australia levitra australia
Background Color:
 
Background Pattern:
Reset
Search
Warta & Artikel

Madrasah Masih Dipandang Sebelah Mata

Madrasah Masih Dipandang Sebelah Mata

Jakarta, Ma'arif Online - Tingkat partisipasi masyarakat terhadap pengembangan pendidikan madrasah memang tidak diragukan lagi, peran sertanya dirasa cukup besar. Terbukti dari lebih kurang 75 ribu jumlah seluruh madrasah di Indonesia, hampir 92 persen madrasah yang ada berbasis masyarakat atau dikelola swasta.

Demikian dikatakan Direktur Madrasah, Kementerian Agama RI, Prof. Dr. H. Nurcholis Setiawan di depan forum Seminar Sehari tentang pendidikan madrasah yang diselenggarakan LP Ma'arif Nu Pusat di Hotel Grand City, Jakarta Pusat, Rabu (15/12/2015) sore. Seminar yang juga dihadiri Wakil Sekjen PBNU H. Masduki Baidlowi, Ketua LP Ma'arif NU Pusat KH. Z. Arifin Junaidi, pengurus Ma'arif lainnya, dan segenap pengurus badan otonom, lembaga dan lajnah di lingkungan NU tersebut, mengambil tema "Urgensi Peran Serta masyarakat dalam Penyelenggaraan Pendidikan Madrasah".

Menurut Nurcholis, madrasah yang dikelola pemerintah saat ini memang jumlahnya sangat sedikit dibandingkan dengan madrasah swasta. Karenanya, pada satu sisi cukup membanggakan, namun di sisi lain turut prihatin dengan adanya kebijakan yang dikhotomis terhadap pendidikan madrasah. Seperti dicontohkan, ternyata saat ini banyak kebijakan pemerintah daerah yang tidak mengalokasikan anggarannya untuk pembangunan madrasah sebagai bagian dari anggaran pendidikan.

"Bayangkan anggaran pendidikan yang dialokasikan untuk madrasah masih sangat minim dan tidak proporsional. Hal ini ditunjang dengan adanya kebijakan otonomi daerah yang cenderung dikhotomi untuk sekolah dan madrasah," paparnya.

Lebih jauh, Nurcholis mengajak organisasi masyarakat seperti LP Ma'arif NU untuk mencari solusi bagaimana ikut memecahkan persoalan yang dihadapi madrasah terebut. "Harus ada kesamaan tafsir sebagai payung hukum untuk mendorong adanya kebijakan pemerintah daerah secara menyeluruh, terkait kebijakan pendidikan yang mengikutsertakan madrasah di dalamnya," ujar Direktur Madrasah Kemenag sebagai nara sumber tunggal yang dipandu Irfan Mufid, sedianya Wakil Ketua Komisi 8 DPR RI A.Malik Haramain akan menjadi nara sumber kedua namun berhalangan hadir karena berbarengan dengan acara dengar pendapat di Senayan.

Keprihatinan yang sama juga disampaikan Ketua LP Ma'arif NU Pusat, KH.Z. Arifin Junaidi, bahwa selama ini banyak madrasah belum mendapat bantuan dari pemerintah. Sebagaian besar pemerintah daerah, tambah Arjuna, beranggapan madrasah itu langsung dibawah Kemenag, sehingga tidak ada bantuan untuk madrasah. "Harapan kami dengan seminar ini persoalan pendidikan ke depan bisa lebih baik lagi, khususnya berkenaan dengan madrasah. Untuk itu kerjasama antara Ma'arif dengan Kemenag perlu diperhatikan dan dieratkan lagi," tuturnya singkat.

Pada kesempatan memberikan sambutan atas nama PBNU, H. Masduki Baidlowi mengungkapkan keresahannya bahwa, sudah mejadi tugas Ma'arif untuk terus memperjuangkan hak-hak pendidikan yang telah diamanatkan dalam Undang-Undang. Terutama berkaitan dengan politik anggaran, lanjutnya, harus dicermati bersama tujuannya agar madrasah mendapatkan hak-haknya secara proporsional. "Sebab saat ini masih ada diskriminasi kebijakan yang menjadi kendala bagi kemajuan madrasah berupa kebijakan otonomi daerah," tegas Cak Duki, panggilan akrab Wakil Sekjen PBNU.

Seminar sehari yang digagas LP Ma'arif NU tersebut, merupakan pengembangan diskusi rutin Reboan. Membahas berbagai persoalan aktual pendidikan dan perihal lainnya. Seluruh pengurus Ma'arif diharapkan akan menjadi peserta aktif, disamping juga utusan dari badan otonom, lembaga, dan lajnah di lingkungan PBNU, serta Pengurus Wilayah Ma'arif se Jawa. wago






Tag:

Related Images

  • Madrasah Masih Dipandang Sebelah Mata

Post Rating

There are gold and diamonds that have to caiso replica watches be earned, and it is rolex replica uk still very interesting to say that the replica watch table that embodies the taste of men has rolex replica watches either gold or diamonds.