kamagra kopen kamagra online kamagra 100 viagra tablets australia levitra online australia cialis daily australia levitra australia kamagra 100mg cialis bijsluiter cialis kopen viagra kopen viagra online
viagra tablets australia levitra online australia viagra générique viagra pour femme cialis générique cialis en ligne levitra générique levitra prix kamagra 100 kamagra 100mg kamagra kopen kamagra online cialis bijsluiter cialis kopen viagra kopen viagra online cialis daily australia levitra australia
Background Color:
 
Background Pattern:
Reset
Search
Warta & Artikel

Idamkan Pendidikan Berkualitas, Ma’arif NU Gelar FGD

Idamkan Pendidikan Berkualitas, Ma’arif NU Gelar FGD

Jakarta, Ma’arif-NU Online – Penyelenggaraan pendidikan dituntut untuk senantiasa siap menghadapi masa depan. Jika tidak ingin tertinggal, maka pendidikan harus berupaya meningkatkan standar kualitasnya. Permasalahannya sekarang, orientasi dan kebijakan terhadap mutu pendidikan yang ideal nyatanya masih belum optimal.

Kritik dan pemikiran itu mengemuka pada gelaran Focus Group Discusion (FGD) yang mengunggah tema "Mewujudkan pendidikan berkualitas untuk semua; Mencetak insan yang mandiri, profesional, kompetitif dan berakhlakul karimah" diselenggarakan LP Ma’arif NU Pusat di Hotel Bintang, Jl. Raden Saleh, Jakarta, Rabu (27/4/2016).

Mengawali pembicaraan, Ketua LP Ma’arif NU Pusat, KH.Z.Arifin Junaidi, menyoroti orientasi pendidikan yang hanya membicarakan hal-hal hari ini, bukan untuk jangka panjang. Masalah pendidikan akan terkait dengan undang-undang. Menurutnya, sebagaimana dikemukakan M. Nuh, bahwa undang-undang yang ada hanya mempersiapkan peserta didik yang siap menghadapi masa sekarang, bukan jangka panjang.

“Maka FGD ini diharapkan menghasilkan rancangan terkait pendidikan munuju model pendidikan yang mempersiapkan generasi peserta pendidik yang siap menghadapi tuntutan masa depan,” ungkap Arjuna.

Pada kesempatan memberikan masukan dalam FGD tersebut, Sekjen PBNU Ir.H.Helmy Faishal Zaini, cenderung mengungkap terkait anggaran pendidikan. Menurutnya, satu-satunya factor yang harus di upgrade adalah bidang pendidikan. Sebab, dana APBN yang 20% untuk pendidikan jika salah membelanjakan, maka output pendidikan pun tidak ada hasilnya. “Maka harusnya tidak ada proyek untuk pendidikan. Anggaran harus bersanding lurus dengan outputnya,” ujarnya.

Sekjen PBNU yang juga Ketua FKB DPR RI itu menilai adanya disparitas pendidikan itu tidak selalu antara negeri dan swasta. Faktanya, masih kata Helmy, ada beberapa sekolah negeri yang fasilitasnya jauh tertinggal dari sekolah swasta.

Memasuki sesi diskusi, H. Masduki Baidlowi selaku Wakil Sekjen PBNU yang membidangi pendidikan, memulai prolog dengan asumsinya, bahwa bangsa dan negara ini sedang menghadapi apa yang disebut dengan bangsa yang berpenghasilan menengah (Middle income). “Salah satu sebabnya adalah masalah kualitas pendidikan. Untuk mencapai high income maka harus meningkatkan kualitas pendidikan,” katanya saat menjadi moderator FGD yang diikuti 45 peserta baik dari internal pengurus Ma’arif maupun badan otonom dan lembaga NU lainnya.

Menurut pendapat Cak Duki panggilan akrab Masduki Baidlowi, bahwa yang lebih memprihatinkan dari hasil output pendidikan nasional, hanya 4% yang mampu bersaing di dunia internasional, 26% yang sesuai standar pendidikan nasional, dan 70% tidak punya kemampuan.

Demikian pula dinyatakan Dr. Puji Lestari dari Direktorat Pendidikan SMK Kemendikbud, menilai kondisi pendidikan saat ini, memang harus banyak dibenahi. “Struktur ketenaga kerjaan kita menurut data BPS mayoritas dari kalangan lulusan SD. Tingkat pengangguran terbuka makin besar. Belum lagi menghadapi bonus demografi yang sejatinya harus dimanfaatkan secara baik, jika tidak akibatnya tingkat pengangguran semakin tinggi,” katanya.

Terkait peningkatan kualitas, tambahnya, Direktorat PSMK sangat konsen pada akses maupun mutu (peningkatan kuantitas dan kualitas SMK). Tujuan SMK memang untuk mempersiapkan lulusan-lulusan yang mempunyai kemampuan teknis. Tapi hal tersebut tidaklah cukup, perlu juga dibekali pendidikan karakter. “Program yang dicanangkan terkait pendidikan karakter harus terimplementasi dalam mata pelajaran. SMK Ma’arif ataupun SMK di Pesantren diharapkan dapat memberikan masukan pola pelaksanaan pendidikan karakter di lembaga lain,” tegasnya.

Pendapat yang sama dinyatakan Dr. Hanif Sahal Ghofur, Ketua PBNU yang membidangi pendidikan, bahwa mutu dalam prakteknya masih menjadi prioritas kedua setelah akses. Seharusnya akses tidak boleh menyandra mutu. “Pendidikan kedepan harus melaksanakan fungsi mutunya, bukan hanyasoal kuantitas lembaga pendidikannya. Sebab mutu mempunyai karakteristik selalu berkembang dan mutu selalu punya tingkatan. Maka harus selalu diupgrade dan perlu dipikirkan untuk diadakan kembali strategi penjaminan mutu di lembaga-lembaga pendidikan,” kata Hanif seraya mengkritisi kebijakan terkait mutu pendidikan yang seharusnya dinilai dari akreditasi bukan dari SK.

Makin siang diskusi bertambah hangat ketika moderator membuka sesi dialog. Segenap peserta FGD silih berganti mengusulkan pandangannya masing-masing, diantaranya disampaikan Ir. H. Imam Parikesit, Pak Turkim, Siti Ma’rifah, Neng Dara Affiah, Haryanto Oghie, Soleh Abwa, Syaiful A’la, Fathu Yasik, Yanto Basri, serta Imam Bukhori.

Beragam usulan dan pandangan disampaikan, baik menyoal kualitas, sarana prasarana, kurikulum, hingga kebijakan yang dinilai masih belum mencerahkan bagi dunia pendidikan. Semua usulan dan pandangan yang mengemuka dalam FGD tersebut, niatnya akan dirumuskan kemudian dijadikan bahan rekomendasi untuk disampaikan ke pemangku kebijakan. wago


Tag:

Related Images

  • Idamkan Pendidikan Berkualitas, Ma’arif NU Gelar FGD
  • Idamkan Pendidikan Berkualitas, Ma’arif NU Gelar FGD

Post Rating

There are gold and diamonds that have to caiso replica watches be earned, and it is rolex replica uk still very interesting to say that the replica watch table that embodies the taste of men has rolex replica watches either gold or diamonds.