kamagra kopen kamagra online kamagra 100 viagra tablets australia levitra online australia cialis daily australia levitra australia kamagra 100mg cialis bijsluiter cialis kopen viagra kopen viagra online
viagra tablets australia levitra online australia viagra générique viagra pour femme cialis générique cialis en ligne levitra générique levitra prix kamagra 100 kamagra 100mg kamagra kopen kamagra online cialis bijsluiter cialis kopen viagra kopen viagra online cialis daily australia levitra australia
Background Color:
 
Background Pattern:
Reset
Search
Warta & Artikel

Sri Mulyani Apresiasi NU Konsisten Jaga NKRI

Sri Mulyani Apresiasi NU Konsisten Jaga NKRI

Jakarta, Ma’arif-NU Online – Menteri Keuangan Dr. Sri Mulyani sangat mengapresiasi sikap Nahdlatul Ulama yang tetap konsisten untuk selalu menjaga NKRI dan mendukung Indonesia agar tetap aman, adil dan makmur. Menurutnya, hal ini merupakan modal utama untuk meraih kearah kemajuan bangsa.

Pernyataan mantan Direktur Bank Dunia tersebut, disampaikan saat dirinya diminta menjadi pembicara pada Rapat Kerja Nasional II Pengurus Besar Nahdlatul Ulama di kantor PBNU Lt 8 Jakarta, Sabtu (19/11/2016) siang. Tampak duduk mendampingi Menteri Sri Mulyani, Ketua Umum dan Wakil Ketua Umum PBNU, Prof. Dr. KH. Said Aqil Siraj,MA dan Prof.Dr. H. Maksum Mahfudz, Sekjen PBNU Ir. H. Helmy Faishal Zaini yang sekaligus menjadi pengatur acara.

Menurut Sri Mulyani melanjutkan, sedikitnya ada tiga hal bagaimana membentuk masyarakat adil dan makmur. Yaitu dengan cara antara lain. Pertama meberantas kemiskinan, kedua mengurangi kesenjangan dan ketiga meningkatkan produktivitas. “Karena Indonesia sedang konsentrasi untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan,” ungkapnya.

Rakernas yang dihadiri 120 peserta dari jajaran PBNU baik Syuriah maupun Tanfidziyah, pengurus Badan Otonom serta Lembaga, selain dihadiri Menteri Keuangan sebagai nara sumber juga menghadirkan pengusaha nasional James Riyadi. Dalam ceramahnya, James Riyadi menyatakan bahwa peran kyai sungguh sangat besar dalam membentuk karakter masyarakat untuk meraih kemajuan dengan landasan Islam dan Iman yang kuat. Namun perlu dipikirkan lebih dalam lagi dengan menanamkan ajaran keimanan yang benar sehingga peluang keduniaan juga terbuka lebar.

James Riyadi berharap NU ke depan dapat mengimplementasikan ajaran Iman dan Islam kedalam dunia pendidikan, dunia ekonomi dan dunia kesehatan, sehingga warga NU bahkan masyarakat pada umunya akan dapat menikmati kemakmuran dan kesejahteraan sebagaimana yang telah dicita-citakan. “Artinya perlu model pengelolaan yang baik dengan peningkatan kwantitas dan kualitasnya. Sekolah NU dan rumah sakit yang ada perlu ditingkatkan bai mutu dan jumlahnya,” ujar putra Muchtar Riyadi bersemangat.

Garis NU

Pada kesempatan membuka Rakernas II PBNU, Rais ‘Aam PBNU KH Ma’ruf Amin mengingatkan kepada para pengurus di lingkungan Nahdlatul Ulama tentang dua aspek organisasi, yakni pemikiran (fikrah nahdliyah) dan gerakan (harakah nahdliyah). Menurutnya, keduanya menjadi garis atau pegangan yang harus dipedomani warga NU.

Pada aspek pemikiran, menurut Kiai Ma’ruf, NU memegang apa yang ia sebut dengan tawassuthiyah (moderasi), tathawwuriyah (dinamisasi), dan manhajiyah (metodologi). “Moderat artinya tidak terlalu tekstual, juga tidak terlalu liberal,” katanya .

Ia mencontohkan pemikiran para pengusung khilafah sebagai cara pandang tekstual yang menganggap seolah tak ada perubahan dalam sejarah kehidupan ini. Sebaliknya, orang-orang liberal menganggap semua berubah sehingga terkesan menggampangkan agama. “NU tak sepakat dengan pandangan ini. NU meyakini ada yang tsabitat (tetap), ada juga yang mutaghayyirat (berubah),”jelasnya.

Karena itu, NU adalah organisasi yang berpikir dinamis sebagaimana jargon al-muhafadhah ‘alal qadimis shalih wal akhdzu bil jadidil ashlah (melestarikan tradisi lama yang baik dan mengambil hal baru yang lebih baik). Dalam proses dinamisasi tersebut, menurut Kiai Ma’ruf, NU harus berpedoman dengan metodologi atau manhaj.

Dari sisi gerakan, jelas Kiai Ma’ruf yang juga ketua MUI pusat ini, NU mengedepankan himayah(perlindungan) dan ishlahiyyah (perbaikan). NU harus menjaga ajaran Ahlussunnah wal Jama’ah yang mengedepankan sikap-sikap toleran, moderat, dan adil.

Ia juga mendorong NU untuk melakukan perbaikan-perbaikan. “Al-muhafadhah ‘alal qadimis shalih wal akhdzu bil jadidil ashlah. Menurut saya ini kurang inovatif, hanya menjaga dan mengambil,” katanya. Moto ini baginya mesti ditambah dengan al-ishlah ila ma ghairil ashlah (memperbaiki apa yang belum menjadi lebih baik).

“Tapi yang lebih baik juga enggak seterusnya baik. Baik hari ini belum tentu baik nanti. Jadi harus ditambahi lagi ‘tsummal ashlah fal ashlah (perbaikan terus menerus),” katanya yang juga mengutip Imam Izzuddin Abdus Salam yang mengatakan bahwa orang yang mengabaikan inovasi berarti tak paham soal keutamaan perbaikan.

Kiai Ma’ruf menyebut garis-garis tersebut dengan sebutan mabadi nadhliyat (dasar-dasar ke-NU-an). Secara teknis dasar-dasar itu juga bisa dilakukan dengan merujuk Qanun Asasi, Khiththah Nahdliyah, dan produk-produk kesepakatan yang dihasilkan forum resmi NU seperti Muktamar dan Munas atau Konbes. (wago/nuo)


Tag:

Related Images

  • Sri Mulyani Apresiasi NU Konsisten Jaga NKRI

Post Rating

There are gold and diamonds that have to caiso replica watches be earned, and it is rolex replica uk still very interesting to say that the replica watch table that embodies the taste of men has rolex replica watches either gold or diamonds.