Background Color:
 
Background Pattern:
Reset
Search
Warta & Artikel

Kak Kusumo Hibur Peserta Madrasah Ramadhan 1.000 Anak Dhuafa

Kak Kusumo Hibur  Peserta Madrasah Ramadhan 1.000 Anak Dhuafa

Jakarta, Ma’arif-NU Online – Kehadliran pedongeng kesohor Kak Kusumo di tengah kegiatan Madrasah Ramadhan yang diselenggarakan LP Ma’arif NU, dinilai cukup menghibur bagi peserta yang terdiri dari anak jalanan, anak dhuafa, dan yatim piatu. Berlangsung di Masji Raya KH. Hasyim Asy’ari Jakarta Barat, Minggu (11/6/2017).

Ketua LP Ma’arif NU Pusat KH.Z.Arifin Junaidi yang tampak hadir beserta jajaran pengurus lainnya, menyatakan sangat senang dengan hadirnya Kak Kusumo yang bisa memberikan taushiah dongengnya kepada peserta yang masih anak-anak. “Mereka sangat terhibur oleh pedongeng Kak Kusumo yang menceritakan kisah para nabi hingga Walisongo sembari memperagakannya dengan boneka,” ungkap Kiai Arjuna.

Pada kesempatan itu, Kak Kusumo mengawali dongengnya dengan menceritakan kisah Raja Abraha yang mau mengancurkan Ka’bah. Ia pun dengan sigapnya memperagakan pasukan gajah dengan boneka diselingi nada suara yang kadang lantang, sontak disauti tepuk tangan anak-anak yang hadir. Namun demikian, kisahnya, pasukan gajah akhirnya dapat dikalahkan oleh serangan burung gagak hitam yang datang sambil menyemburkan api.

Kisah lainnya yang ditampilkan Kak Kusumo yang putra kelahiran Magelang adalah tentang kisah para Nabi hingga Walisongo. Ia yang mengaku dirinya sebagai ULAMA TOP singkatan dari usia lanjut masih aktif tua ompong peot tersebut, mengkisahkan tentang asal mula julukan Sunan Kalijaga.

Menurut pedongeng berusia 62 tahun dihadapan anak-anak peserta madrasah ramadhan yang berlangsung selama 4 hari dari tanggal 9-12 Juni 2017 itu, bermula dari kisah rakyat Tuban yang waktu itu dilanda kemelaratan dan kelaparan. Sudah begitu harus membayar upeti ke Raja Majapahit, kata Kak Sumo, makanya mereka pilih memisahkan diri dari kerajaan itu.

Lalu, tambah Kak Sumo, ada salah seorang pemuda yang memiliki keinginan membantu rakyat mengatasi kemiskinan namun dengan cara mencuri harta orang kaya lalu diberikan pada fakir miskin. Pemuda ini, tutur Kak Sumo, selalu memakai topeng ketika menjalankan aksinya bahkan hampir sekian lama aksi itu tidak pernah ketahuan. Namun, kisahnya, suatu ketika kepergok dan kebuka topeng pemuda itu, ternyata dia adalah anak Bupati Tuban.

Setelah ketahuan ayahnya yang Bupati Tuban, anak itu pun dimarahi dengan berbagai cercaan pertanyaan. Akhirnya, lanjut Kak Sumo, pemuda itu pergi mengembara dan ketemu orang tua yang sudah berjenggot di perjalanan. Pemuda itu melihat keanehan dan kehebatan kakek tua bertongkat itu, ujarnya, lalu minta diajari dan diterima menjadi muridnya.

Saat mengikuti perjalanan kakek tua itu, tukas Kak Sumo, pemuda ini melihat dari kejauhan ia sesdang melakukan sholat di atas air dan yang kelihatan tertancap di air hanya tongkatnya. Pemuda itupun akhirnya mendekat dan minta diajari ilmunya, Kak Sumo berkisah, lalu kakek tua itu setuju dengan syarat sang pemuda itu disuruh pegangi tongkat sang kakek di tengah sungai hingga ia datang kembali.

“Ternyata suatu hari kakek itu datang lagi dan pemuda itu tampak masih memegangi tongkatnya, karena itu ia dijukuki Kalijaga yang akhirnya bergelar Sunan Kalijaga. Adapun orang tua berjenggot dan bertongkat yang memberi nama Kalijaga tersebut adalah Sunan Bonang,” pungkas Kak Sumo mengakhiri dongengnya yang disambut sorak sorai ratusan peserta. Wago


Tag:

Related Images

  • Kak Kusumo Hibur  Peserta Madrasah Ramadhan 1.000 Anak Dhuafa

Post Rating

Comments

There are currently no comments, be the first to post one!

Post Comment

Only registered users may post comments.