Background Color:
 
Background Pattern:
Reset
Search
Warta & Artikel

LP Ma’arif NU Jawa Barat Gelar Rakerwil di Bandung

LP Ma’arif NU Jawa Barat Gelar Rakerwil di Bandung

Bandung, Ma’arif-NU Online – Lembaga Pendidikan Ma’arif NU Wilayah Jawa Barat menggelar Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) yang diikuti sejumlah Pengurus Wilayah, Pengurus Cabang, dan Sako Pramuka Ma’arif NU se Jawa Barat, bertempat di gedung PWNU Jabar Jl. Galunggung, Bandung, Sabtu (9/9/2017).

Rakerwil LP Ma’arif NU Jawa Barat yang mengagendakan sejumlah materi pembahasan, diantaranya persiapan keikutsertaan Pramuka Ma’arif Wilayah Jabar dalam perhelatan Perwimanas II di Magelang 18-23 September mendatang.

Hadir pada Rakerwil tersebut, Ketua LP Ma’arif NU Pusat KH.Z.Arifin Junaidi, Ketua PWNU Jabar KH. Hasan Nuri Hidayatullah, Wakil Ketua dan Wakil Sekretaris LP Ma’arif NU Pusat H. Wahyudin Ghazali dan Irfan Mufid, Ketua dan Sekretaris LP Ma’arif NU Wilayah Jabar beserta jajaran pengurus lainnya.

Dalam kesempatan memberikan sanbutan, Gus Hasan panggilan akrab Ketua PWNU Jabar, pertama-tama menyampaikan ucapan selamat datang kepada Ketua LP Ma’arif NU KH.Z.Arifin Junaidi dan peserta Rakerwil dengan berharap semoga acara berjalan lancar.

Lebih jauh Gus Hasan menjelaskan kenapa Nabi Ibrahim AS disebut sebagai Bapaknya Para Nabi? Menurut pengasuh pesantren Assidiqiyah Karawang, karena menjadi nabi yang telah menciptakan generasi kenabian berikutnya, Nabi Ismail dan Nabi Ishaq adalah putra Nabi Ibrahim AS.

“LP Ma’arif NU adalah lembaga yang mendidik dan membimbing generasi. Untuk itu, anak didik yang belajar di Madrasah dan Sekolah Maarif kami mengharapkan tidak saja pintar tapi juga bangga dengan NU,” terang Ketua PWNU yang kelahiran Banyuwangi.

Menurut hasil pengamatan seseorang, kata Gus Hasan, sekarang ini orang NU yang bangga dengan ke-NU-annya itu hanya 17 persen. Hasil keliling saya di berbagai daerah, lanjutnya, itu yang faham NU sangat minim. Padahal usia NU saat ini belum genap 100 tahun.

“Banyak orang ngaku dulu bapak saya NU atau kakeknya NU, artinya dia sendiri tidak NU. Inilah yang menjadi PR (pekerjaan rumah) saya sekarang. Itulah yang harus diperjuangkan oleh NU, marilah hidupkan kembali madrasah-madrasah kita untuk generasi NU mendatang,” pungkas KH. Hasan Nuri mengakhiri.

Sementara pada kesempatan memberikan pengarahan Rakerwil LP Ma’arif NU Jawa Barat, KH.Z.Arifin Junaidi, lebih banyak menjelaskan soal Perpres Penguatan Pendidikan Karakter yang belum lama diterbitkan. Menurut Kiai Arjuna, PBNU dalam hal ini menerima dan mengapresiasi Perpres tersebut.

“Polemik tentang Full Day School (FDS) sekarang sudah berakhir. Tapi yang masih harus dikawal adalah pasal 9 Perpres itu. Marilah temen-temen di daerah turut mengawal peraturan-peraturan menteri yang lain. Dengan diterbitkannya Perpres ini nantinya madrasah diniyah akan ada anggaran baik dari APBD maupun APBN,” ungkap Kiai Arjuna.

Sebagaimana diakuinya, sejak Prof. Muhadjir dilantik menjadi Mendikbud beberapa hari kemudian ngomong soal FDS di Universitas Muhammadiyah Malang,.LP Ma’arif NU pertama kali yang berkomentar, bahkan sempat mengadakan beberapa kali FGD tentang FDS. Lebih-lebih ketika Permendikbud diumumkan, LP Ma’arif paling keras menolak kebijakan itu hingga diterbitkanya Perpres PPK sekarang ini akhirnya menerima Perpres tersebut.

“Mari kita bangkit dan kita tingkatkan kebanggaan NU tentu saja dengan meningkatkan kualitas pendidikan kita. Saat pertama kali saya ditunjuk mengemban LP Ma’arif NU, program pertama yang saya utamakan adalah pendataan satuan pendidikan. Karena selama ini Ma’arif dianggap ndeso, kecil dan remeh. Padahal kenyataannya Ma’arif tidak kalah dengan pendidikan lain, makanya jangan takut ria sebaliknya harus kita sebarkan,” tandas KH. Z. Arifin Junaidi mengakhiri pengarahannya. Wago


Tag:

Related Images

  • LP Ma’arif NU Jawa Barat Gelar Rakerwil di Bandung

Post Rating

Comments

There are currently no comments, be the first to post one!

Post Comment

Only registered users may post comments.