Background Color:
 
Background Pattern:
Reset
Search
Warta & Artikel

Pra Munas NU Zona Indonesia Timur Digelar di Manado

Pra Munas NU Zona Indonesia Timur Digelar di Manado

Jakarta, Ma’arif-NU Online – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) bersiap menyelenggarakan Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) 2017 sebagai forum permusyawaratan tertinggi kedua setelah muktamar bertempat di Lombok 23-25 Nopember mendatang.. Kini panitia sedang merencanakan kegiatan Pra Munas suntuk zona Indonesia Timur tersebut, akan berlangsung di Kota Manado, Sulawesi Utara pada Sabtu 11 November 2017.

Pemilihan kota Manado karena masyarakatnya dikenal sebagai salah satu miniatur keberhasilan dari pelaksanaan toleransi kehidupan beragama dengan latar belakang budaya yang beragam. Di mana pemeluk Nasrani yang mayoritas punya sikap toleran dan empati yang tinggi terhadap masyarakat Muslim yang minoritas, dan begitu pula sebaliknya.

“Karena saling mengerti dan saling berempati inilah maka masyarakat di Sulut ini hidup dalam suasana damai. Tak terjadi gejolak seperti di tempat-tempat lain. Gambaran positif inilah yang, antara lain, menjadi latar belakang: mengapa Pra-Musyawarah Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama (Munas Alim Ulama dan Konbe NU) ini dilaksanakan di Kota Manado ini. Maksudnya, PBNU ingin menyerap nilai-nilai positif dari kehidupan masyarakat Sulut untuk dijadikan sebagai nilai tambah bagi kehidupan masyarakat majemuk secara nasional. Itulah sebabnya, kami dari PBNU sengaja mengambil tema: NU DAN KEBHINEKAAN,” demikian bunyi siaran pers PBNU.

Acara seminar yang akan dibuka oleh Gubernur Sulut, Olly Dondokambey SE di Hotel Aryaduta Manado, Sabtu 11 November ini akan dihadiri dua pembicara utama, yaitu Ketua Umum PBNU Said Aqil Siroj, serta Mantan Presiden RI ke-5, Ibu Megawati Soekarnoputri.

Seminar juga akan menerima masukan dari Katim 'Aam Syuriyah PBNU KH. Yahya Cholil Staquf serta Ketua Sinode Gereja Injili Minahasa, Pendeta AWB Sumakul dan Rektor Universitas Delasale Prof. Dr. Yong Ohoitimur.

Kegiatan Pra-Munas Alim Ulama dan Konbes NU di Menado ini rencananya diikuti oleh para utusan dari pengurus wilayah NU se-Indonesia Timur. Wilayah ini meliputi: Provinsi Papua, Papua Barat, Maluku dan Maluku Utara, NTT, Bali, Gorontalo, Sulsel, Sulteng, Sulbar dan Sultra, di samping Ormas dan FKUB se-Provinsi Sulut sendiri. Khusus untuk Sulut Pra-Munas Alim Ulama dan Konbes NU juga melibatkan para utusan dari PCNU, Badan Otonom dan Lembaga NU se-Provinsi Sulut.

Menurut Ketua PBNU Robikin Emhas yang juga Ketua Panitia Munas Alim Ulama dan Konbes NU, rangkaian kegiatan Pra-Munas Alim Ulama dan Konbes NU ini merupakan kegiatan yang ke-empat. Kegiatan pertama telah berlangsung di Zona Indonesia Tengah di Palangkaraya Kalimantan Tengah pada 20 Oktober 2017.

Menurut panitia Munas, sebelumnya telah berlangsung di Zona Indonesia Tengah di Palangkaraya Kalimantan Tengah pada 20 Oktober 2017. Kegiatan Pra-Munas Alim Ulama dan Konbes NU kedua di Zona Indonesia Barat berlangsung di Lampung 3-4 November 2017.

Amin Lasena, Ketua Panitia Lokal Pra-Munas Alim Ulama dan Konbes NU di Manado menyatakan, ada dua hal hingga acara kegiatan ini terselenggara di Manado. Pertama, katanya, ini adalah bentuk kepercayaan PBNU pada PWNU Sulut. Kedua, tambah Amin Lasena, karena huhungan baik NU dengan para pimpinan di Sulut.

"PWNU dan Gubernur punya visi yang sama untuk terus mempertahankan Sulut sebagai miniatur kebhinekaan. Karena itu kami mendukung sepenuhnya kepemimpinan Gubernur," ujar Amin.

Pra-Munas Alim Ulama dan Konbes NU Zona Indonesia Timur di Manado ini secara bersamaan juga berlangsung di Jawa Barat, tepatnya Purwakarta, sebagai rangkaian kegiatan Pra-Munas Alim Ulama ketiga, yang secara khusus membahas Bahtsul Masail. (Wago)


Tag:

Related Images

  • Pra Munas NU Zona Indonesia Timur Digelar di Manado

Post Rating

Comments

There are currently no comments, be the first to post one!

Post Comment

Only registered users may post comments.