kamagra kopen kamagra online kamagra 100 viagra tablets australia levitra online australia cialis daily australia levitra australia kamagra 100mg cialis bijsluiter cialis kopen viagra kopen viagra online
viagra tablets australia levitra online australia viagra générique viagra pour femme cialis générique cialis en ligne levitra générique levitra prix kamagra 100 kamagra 100mg kamagra kopen kamagra online cialis bijsluiter cialis kopen viagra kopen viagra online cialis daily australia levitra australia
Background Color:
 
Background Pattern:
Reset
Search
Warta & Artikel

Posisi Strategis LP Ma’arif NU dalam Penguatan Pendidikan Karakter

Posisi Strategis LP Ma’arif NU dalam Penguatan Pendidikan Karakter
Bandung, Ma’arif-NU Online – Sessi kedua Rakernas LP Ma’arif NU memperbincangkan tentang implementasi program penddidikan karakter di lingkungan Ma’arif NU. Pembicara yang hadir diantaranya Ketua PBNU Prof. M Nuh, Direktur KSKK MadrasKemenag Dr.H.Ahmad Umar, Kepala Balitbang Kemenag Prof. Abdurrahman Ma’ud, Kapusitbang Kemenag Prof.Amsal Bahtiar, dan Dr. Hamim dari Dikdasmen Kemendikbud, berlangsung di hotel Jayakarta Bandung, Selasa (27/2/2018).,
Dalam presentasenya di depan peserta Rakernas, Prof.KH.M.Nuh mengawali pembicaraan dengan menganalogikan tentang belajar dari fakta bahwa apa yang terjadi dan maknanya apa. Betapa jayanya kodak saat itu, kata M. Nuh, tapi kemana kodak itu? Juga Nokia sekarang kemana?
Menurut M. Nuh maknanya adalah segala sesuatu yang besar, organisasi, kejayaan islam yang besar itu bisa runtuh. Maka kata kuncinya adalah adaptasi dan inovasi. Kalau NU pingin tetap eksis maka harus mampu terus adaptasi dan inovasi. Islam jumlahnya maksimal tapi kualitasnya minimal.
“Sekarang saaatnya menjelang 100 tahun NU harus bangkit Lazimnya organisasi ada masa: investasi, stagnasi, dan dicline. NU sekarang dalam stagnasi bisa-bisa nanti jadi dicline. Maka saatnya sekarang NU harus memberikan investasi sebesar-besarnya terhadap SDM dan infrastruktur,” ungkap M. Nuh..
Bonus demografi paling besar adalah Islam, lanjut M. Nuh, yang paling banyak ya NU. Kalau tidak dimanfaatkan, tambah M. Nuh, maka bonus demografi bisa menjadi bencana demografi. Ibaratnya kita mau panen, apakah kita mampu memanfaatkan panen tersebut atau tidak. Sembari menyitir kata-kata sahabat Ali bin Abi Thalib yaitu didiklah anak mu sesuai dengan zamanya. Sugguh mereka akan menghadapi masa yang berbeda dari masamu.
“Coba kita rumuskan NU 100 tahun yang akan datang. NU yang sekarang berarta dalam era digital. Sehingga kebutuhan hidup adalah Bateray dan Wifi/paket data
Penerima telepon, Alexander Graham Bell itu penemu telepon tetapi dia tidak pernah menelepon karena dia, istrinya, dan ibunya tuna rungu,” tandas M.Nuh.
Demikian pula, kata M. Nuh, kalau dulu untuk menikmati harus memiliki, Sekarang untuk menikmati tidak harus memiliki. Kata Dahlan kalau dihitung investasi Allah terhadap syaraf manusia adalah 3000 triliun. Apa yang harus kita lakukan adalah membuat gerakan sekolah dini, ujar M. Nuh, pendidikan yang berorientasi keutuhan kompetensi: sikap (attitude), ketrampilan (skills), dan pengetahuan (konwledge), (Paradigma ‘dan’ (and paradigm) VS paradigma atau (or paradigm), membuat budaya higher order thinking, membuat singergi, membangun kesadaran, berbudaya kreatif dan inovatif.
Hal yang sama disampaikan Prof. Abdurahman Mas’ud yang menjelaskan bahwa Inti pendidikan karakter yang paling utama itu tata krama sebagai kesadaran yang sensitif terhadap perasaan orang lain. Pengertian pendidikan karakter menurut Kemendikbud antara lain relijius, nasionalisme, integritas, kemandirian,dan kegotong-royongan.
Begitu juga menurut DR. Hamim dari Dikdasmen, ke depan kita ingin memiliki anak yang cerdas secara intetektual tapi juga memiliki karakter yang kuat. Kerjasama yang kita dorong SMP, SMA di pesantren kita dorong agar memiliki kualitas akademik yang baik. Sebaliknya kita ingin SMP SMA umum memiliki pendidikan agama, karakter yang kuat.
Program prioritas Ditjen Dikdasmen meliputi program KIP. Hampir 2,5% mendapat program KIP, sarana dan prasarana, di daerah-daerah yang membutuhkan ruang kelas baru, melakukan rehabilitasi, renovasi termasuk sekolah-sekolah di Maarif, penguatan pendidikan karakter Maarif karakternya sudah tidak diragukan lagi. Justru Maarif menjadi pionir. Tahun ini seluruh satuan pedidikan akan melaksanakan kurikulum 2013. Kita inigin menyiapkan generasi yang hidup di zaman yang berbeda zaman kita.
“Maka ke depan kita harap anak didik kita menjadi anak yang kritis, kreatif, kolaborasi, komunikasi dengan baik,” pungkasnya..
Menurut pendapat Prof. Amsal Bakhtiar, LP Ma’arif mempunyai posisi strategis membentuk karakter 5 pilar yang menentukan peradaban dunia yakni karakter building, sains dan teknologi, ekonomi yang maju dan kuat, tata kelola yang bagus/good governance, dan militer yang kuat.
Soal bonus demografi, DR. Ahmad Umar, menilai tahun 2030 memasuki awal bonus demografi. Ada dua modal yaitu Ilmu pengetahuan, memiliki kepribadian, dan bertakwa Kalau Maarif bagus maka negeri ini bagus. Kalau Maarif mogok satu minggu saja maka bisa kolaps negara ini.
enurutnya, Tugas guru itu harus dididik. Guru yang penting bukan yang pinter. Guru tidak hanya sekedar menjadikan anak pinter tapi guru mampu memberikan inspirasi. Pilih guru yang memiliki talenta. Tugas guru seperti merawat tanaman, harus diawasi.
“Pembelajaran yang menyenangkan Jangan dipaksa belajar kalau anak belum siap. Maka perlu apersepsi. Terkait sarana prasarana, program Kemenag antara lain SIM sarpras, lomba-lomba, dan karya ilmiah,” ungkapnya..
Sebagai pembicara terakhir, DR. Ahmad Shodiq, MA cenderung menyoroti
peran pendidikan dalam pembentukan karakter bangsa melalui model transendental. Para ulama seperti al-Ghazali, ibn Miskawaih, Imam nawawi, dalam kitab akhlak, kitab tasawuf, kitab thariqat: ihya ulumudin, ta’lim mutallim, dan lainnya.
Menurut AL-Ghazali, tambah Shodiq, orang tidak akan mampu memperbaiki diri kalau tidak memahami lammah. Keburukan ada 4 menurut al-ghazali yakni Al-jahil, al-jahil wad, dhal. al-jahil wad dhal wal fasik, al-jahil wad dhal wal fasik wal sarir
Di dalam islam ada bilangan 40. 40 hari menjadi nutfah, 40 hari mudghah, 40 hari menjadi
“Aslinya pembentukan karakter itu 40 hari. Maka harus kuat 40 hari, kalau mau rajin shalat tahajud dijaga 40 hari. Pembentukan karkater tidak dalam waktu singkat. Islam merubah melalui dua cara yakni pendekatan rabbani dan pendidikan hasbi,” ujarnya. :
Dijelaskan Shodiq bahwa Implementasi holistik di pesantren yang paling utuh adalah pendidikan karakter di pesantren. Di pesantren ada keteladanan. Nilai itu bukan diajarkan tapi ditularkan. Best practices pesantren. Pesantren penuh dengan keragaman. Di pesantren salafiyah: sederhana, taat, tawadhu, sabar. DI pesantren modern: disiplin, progresif reformalisasi dalam elaborasi teori pendidikan karakter (akhlak), masyayikh sebagai model. (Wago/Jamal)
Tag:

Related Images

  • Posisi Strategis LP Ma’arif NU dalam Penguatan Pendidikan Karakter

Post Rating

There are gold and diamonds that have to caiso replica watches be earned, and it is rolex replica uk still very interesting to say that the replica watch table that embodies the taste of men has rolex replica watches either gold or diamonds.