kamagra kopen kamagra online kamagra 100 viagra tablets australia levitra online australia cialis daily australia levitra australia kamagra 100mg cialis bijsluiter cialis kopen viagra kopen viagra online
viagra tablets australia levitra online australia viagra générique viagra pour femme cialis générique cialis en ligne levitra générique levitra prix kamagra 100 kamagra 100mg kamagra kopen kamagra online cialis bijsluiter cialis kopen viagra kopen viagra online cialis daily australia levitra australia
Background Color:
 
Background Pattern:
Reset
Search
Warta & Artikel

Sekjen PBNU Raih Gelar Doktor Ekonomi

Sekjen PBNU Raih Gelar Doktor Ekonomi

JAKARTA - Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) H. Marsudi Syuhud, menyampaikan kritik atas kebijakan ekonomi yang dijalankan Pemerintah. Disusun dan dijalankan di era reformasi, dalam prakteknya kebijakan perekonomian masih jauh dari perwujudan cita-citanya, yaitu menyejahterakan masyarakat secara adil dan merata.

“Di era reformasi saat ini, supremasi hukum belum tegak, dan korupsi masih belum bisa diberangus secara maksimal. Ini yang mengakibatkan cita-cita mewujudkan masyarakat yang sejahtera dengan adil dan merata belum bisa tercapai,” ungkap Marsudi dalam desertasinya, saat sidang terbuka promosi gelar Doktor bidang ekonomi di Universitas Trisakti, Jakarta, Selasa 11 Maret 2014. Desertasi Marsudi berjudul ‘Kebijakan Ekonomi Indonesia di Era Reformasi dalam Perspektif Islam’.

Marsudi juga mengatakan, umat Islam sebagai penduduk mayoritas di Indonesia telah sepakat dengan berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dengan dasar Pancasila dan UUD 1945. NKRI adalah sarana untuk memakmurkan bangsa Indonesia melalui kebijakan pemerintahnya.

“Islam mengajarkan, kebijakan pemimpin (Pemerintah) terhadap rakyatnya harus terkait dengan kemaslahatan mereka. Tapi nyatanya kebijakan ekonomi di era reformasi belum mampu mewujudkan cita-cita reformasi itu sendiri. Indonesia memerlukan alternatif model kebijakan ekonomi Indonesia yang lebih berpihak kepada mustad’afiin, sebagaimana dalam ajaran Islam,” lanjutnya.

Untuk bisa memberikan rekomendasi penyelesaian masalah perekonomian tersebut, Marsudi melakukan riset dengan mengangkat lima pertanyaan simpul menggunakan tiga metode berbeda, yaitu Analisis Kebijakan Willian Dunn (2003), dan metode Tauhidy String Relation (TSR) yang terkonfirmasi (ijma’) dengan metode Thariqah Istidlaliyah Nahdlatul Ulama (TISNU).

Dari riset yang dilakukannya Marsudi menyimpulkan dua hal, pertama kebijakan ekonomi Pemerintah yang visi, misi, dan tujuannya terlihat baik di perencanaan, dalam implementasinya masih jauh dari cita-cita yang ditetapkan. Kedua, kebijakan ekonomi Pemerintah mestinya tidak hanya memakai teori ekonomi konvensional yang faktanya sampai saat ini belum bisa menjawab tuntutan reformasi. Teori kebijakan ekonomi Islam dipandang lebih sesuai dengan UUD 1945.

“Pemerintah harus melakukan kebijakan ekonomi yang berkeadilan, pemerataan dan berkemakmuran bersama antara yang kecil dan besar, antara korporat dan UMKM, tidak hanya mengejar pertumbuhan ekonomi tapi juga pemerataan. Sesukses apapun kebijakan ekonomi diterapkan, tidak bisa disebut berhasil jika tidak merata dirasakan oleh seluruh rakyat Indonesia,” tegas Marsudi dalam sarannya.

Dari disertasi yang disampaikannya tersebut, salah seorang penguji menanyakan penyebabnya, dan Marsudi menjawab akibat perundang-undangan yang dilahirkan dalam penerapannya tidak memihak kepada rakyat kecil. Beberapa undang-undang tersebut antaranya lain tentang Mineral dan Pertambangan.

“Adanya sejumlah undang-undang yang tidak berpihak ke rakyat tersebut, kami saat ini sedang akan mengajukan judicial review,” pungkas Marsudi yang diakhir sidang mendapatkan nilai sangat memuaskan.

Sumber: Okezone

Tag:

Related Images

  • Sekjen PBNU Raih Gelar Doktor Ekonomi

Post Rating

There are gold and diamonds that have to caiso replica watches be earned, and it is rolex replica uk still very interesting to say that the replica watch table that embodies the taste of men has rolex replica watches either gold or diamonds.