kamagra kopen kamagra online kamagra 100 viagra tablets australia levitra online australia cialis daily australia levitra australia kamagra 100mg cialis bijsluiter cialis kopen viagra kopen viagra online
viagra tablets australia levitra online australia viagra générique viagra pour femme cialis générique cialis en ligne levitra générique levitra prix kamagra 100 kamagra 100mg kamagra kopen kamagra online cialis bijsluiter cialis kopen viagra kopen viagra online cialis daily australia levitra australia
Background Color:
 
Background Pattern:
Reset
Search
Warta & Artikel

Pengurus LP Ma’arif NU Pusat Protes Dirjen Dikdas Kemdikbud RI

Pengurus LP Ma’arif NU Pusat Protes Dirjen Dikdas Kemdikbud RI

Jakarta, Ma'arif Online - Pengurus Lembaga Pendidikan Ma’arif Nahdlatul Ulama (LP Ma’arif NU) Pusat menyayangkan pada zaman demokratis seperti ini masih saja ada perlakuan diskriminatif yang dilakukan pemerintah dalam dunia pendidikan. Pernyataan ini merujuk pada laporan yang diperoleh Pengurus LP Ma’arif NU Pusat mengenai perlakuan diskriminatif yang dilakukan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Semarang terhadap 3 (tiga) madrasah yang menjadi juara Olimpiade Sains Nasional (OSN), sebagaimana juga yang telah diberitakan oleh Kompas.com pada hari Senin (9/3).

Atas dasar itu, sebagai lembaga departementasi Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) yang menaungi pendidikan dasar dan menengah yang terdiri dari MI, SD, MTs, SMP, MA, SMA, dan SMK, maka Pengurus LP Ma’arif NU melayangkan surat protes kepada Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. Adapun bunyi surat protes yang dimaksud sebagai berikut:

“Kepada Yang Terhormat,

Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia

Di – Jakarta.

Asssalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Dengan hormat,

Dengan datangnya surat ini, Pengurus Lembaga Pendidikan Ma’arif Nahdlatul Ulama (LP Ma’arif NU) Pusat ingin terlebih dahulu mengawali surat ini dengan menyampaikan beberapa hal berikut:

1. Pasal 4 ayat (1) Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (UU Sisdiknas No. 20/2003) disebutkan bahwa: “Pendidikan diselenggarakan secara demokratis dan berkeadilan serta tidak diskriminatif serta menjunjung tinggi hak asasi manusia, nilai keagamaan, nilai kultur, dan kemajemukan bangsa.”

2. Pasal 5 ayat (1) UU Sisdiknas No. 20/2003 juga dijelaskan, bahwa: “Setiap warga negara mempunyai hak yang sama untuk memperoleh pendidikan yang bermutu.”

3. Pasal 17 ayat (2) UU Sisdiknas No. 20/2003 juga menjelaskan, bahwa: “Pendidikan dasar berbentuk sekolah dasar (SD) dan madrasah ibtidaiyah (MI) atau bentuk lain yang sederajat serta sekolah menengah pertama (SMP) dan madrasah tsanawiyah (MTs), atau bentuk lain yang sederajat.”

Atas dasar itu, maka Pengurus LP Ma’arif NU Pusat yang menaungi seluruh satuan pendidikan tingkat dasar dan menengah di lingkungan Nahdlatul Ulama menyampaikan protes keras terhadap perlakuan diskriminatif yang dilakukan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Semarang terhadap 3 (tiga) madrasah yang menjuarai Olimpiade Sains Nasional (ONS) di Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, yaitu MI Al Bidayah di Desa Candi, Kecamatan Bandungan (Juara Pertama Mata Pelajaran Matematika), MI Wonokasihan Jambu (Juara Pertama Mapel IPA), dan MI Kalirejo, Ungaran Timur (Juara Ketiga Mapel IPA). Bahkan, kami menilai perlakukan tersebut bertentangan dengan semangat anti diskriminasi yang terkandung dalam Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.

Sebagai pengelola pendidikan tingkat dasar dan menengah di lingkungan Nahdlatul Ulama, dengan jumlah satuan pendidikan sebanyak sekitar 13 ribu unit yang terdiri dari MI, SD, MTs, SMP, MA, SMA, dan SMK, maka kami meminta kepada:

1. Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar untuk menyertakan 3 (tiga) madrasah, yaitu MI Al Bidayah di Desa Candi (Juara Pertama Mata Pelajaran Matematika), MI Wonokasihan Jambu (Juara Pertama Mapel IPA), dan MI Kalirejo (Juara Ketiga Mapel IPA) mengikuti seleksi OSN berikutnya di tingkat Provinsi Jawa Tengah sebagaimana mestinya.

2. Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar kedepannya harus menyertakan madrasah sebagai bagian dari peserta kegiatan OSN, sebagaimana nomenklatur kegiatan tersebut yang tidak membedakan antara madrasah dan sekolah."

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, bahwa Dinas Pendidikan Kabupaten Semarang telah melarang 3 (tiga) madrasah yang menjadi juara OSN tingkat kabupaten untuk mengikuti tahap OSN selanjutnya di tingkat Provinsi karena statusnya sebagai madrasah.

Tag:

Related Images

  • Pengurus LP Ma’arif NU Pusat Protes Dirjen Dikdas Kemdikbud RI

Post Rating

There are gold and diamonds that have to caiso replica watches be earned, and it is rolex replica uk still very interesting to say that the replica watch table that embodies the taste of men has rolex replica watches either gold or diamonds.