kamagra kopen kamagra online kamagra 100 viagra tablets australia levitra online australia cialis daily australia levitra australia kamagra 100mg cialis bijsluiter cialis kopen viagra kopen viagra online
viagra tablets australia levitra online australia viagra générique viagra pour femme cialis générique cialis en ligne levitra générique levitra prix kamagra 100 kamagra 100mg kamagra kopen kamagra online cialis bijsluiter cialis kopen viagra kopen viagra online cialis daily australia levitra australia
Background Color:
 
Background Pattern:
Reset
Search
Warta & Artikel

LP Ma’arif NU Jateng Gelar Rakorwil Penataan Kelembagaan

LP Ma’arif NU Jateng Gelar Rakorwil Penataan Kelembagaan

Kebumen, Ma’arif Online - Pengurus Lembaga Pendidikan Ma’arif Nahdlatul Ulama (LP Ma’arif NU) Pusat, diwakili Sekterasi Zamzami, S.Ag., M.Si menghadiri kegiatan Rakorwil dan Launching Porsema Ke-IX dan OSNU 2015 yang diselenggarakan Pengurus LP Ma’arif NU Wilayah Jawa Tengah pada Sabtu, (25/4) di Hotel Sandisari Kebumen. Kegiatan ini dihadiri oleh Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Dr. Abu Hafsin, Sekretaris LP Ma’arif NU Pusat Zamzami, S.Ag., M.Si, dan Kabid Penma Kanwil Kemenag Jawa Tengah Jamun.

Dalam sambutannya, Ketua LP Ma'arif NU Jawa Tengah Agus Sofyan menyampaikan bahwa pelaksanaan Rakorwil ini didasari oleh beberapa program penataan kelembagaan yang dilaksanakan oleh LP Ma’arif NU Pusat. “Agenda pokok Rakorwil ini adalah terkait penataan kelembagaan, khususnya penggunaan Badan Hukum Perkumpulan NU (BHPNU, red) dan pergantian logo serta nomenklatur lembaga,” terang Agus.

Dengan hadirnya Sekretaris LP Ma’arif NU Pusat di acara ini, lanjutnya, maka segala seluk-beluk yang berkaitan dengan penggunaan BHPNU dan logo serta nomenklatur lembaga akan dijelaskan secara gamblang. “Sekretaris LP Ma’arif NU Pusat sudah ada di tengah-tengah kita. Kita sangat berharap nanti akan dijelaskan dengan detail hal-hal prinsip yang menjadi dasar kebijakan LP Ma’arif NU Pusat. Di samping juga teknis untuk mengurus perubahan tersebut bagaimana,” ungkap Agus Sofyan.

Selain itu, Ketua PWNU Jawa Tengah Dr. Abu Hafsin dalam sambutannya menyampaikan bahwa sejak awal ia komitman untuk menata satuan pendidikan LP Ma'arif NU di Jawa Tengah. "Awal saya bersentuhan dengan LP Ma'arif NU, saya menangkap kesan banyak satpen Ma'arif yang unqualified. Untuk itu ketika saya menjadi Ketua PWNU Jawa Tengah saya komitmen menata pendidikan ketika menjadi Ketua PWNU Jawa Tengah," terang Abu Hafsin.

Ia juga menambahkan, bahwa pendidikan, dalam hal ini LP Ma’arif NU menjadi barometer hidup tidaknya organisasi NU. "Jika LP Ma’arif NU-nya semarak, maka sudah dipastikan pengurus NU-nya hidup. Dan saya berharap, kedepan, NU tidak hanya dibaca dari wajah pondok pesantren saja, tapi LP Ma'arif NU juga harus menjadi representasi orang ketika menilai NU," tambahnya.

Jika NU mau maju, tekannya, tidak bisa melepaskan keberadaan LP Ma'arif NU. "Bisa dilihat, jika ada PCNU yang tidak memiliki LP Ma'arif NU, maka sudah dapat dipastikan kepengurusan tersebut memang tidak maju (tidak aktif, red)," terang Abu Hafsin.

Dalam sesi diskusi, Sekretaris LP Ma’arif NU Pusat Zamzami, S.Ag., M.Si menyampaikan, pada awal tahun 2014, Pengurus LP Ma’arif NU Pusat mendapat aduan dari berbagai pengurus LP Ma’arif NU daerah, bahkan juga langsung dari satuan pendidikan Ma’arif NU, bahwa Akte Moagimon yang selama ini digunakan sebagai badan penyelenggara dinilai tidak memenuhi syarat dijadikan sebagai badan penyelenggara pendidikan.

“Bahkan, beberapa dinas pendidikan dan kantor Kemenag setempat menganjurkan para pengelola satuan pendidikan Ma’arif NU untuk membuat yayasan sendiri supaya badan hokum penyelenggaranya sah, sesuai dengan UU Yayasan dan UU perubahannya,” terang Zamzami.

Jika kondisi tersebut tidak dicarikan jalan keluarnya, lanjut Zamzami, maka nasib para pengelola satuan pendidikan akan terkatung-katung tidak jelas. Dan mereka akhirnya akan mencari jalan keluar sendiri. Seperti mendirikan yayasan. Sehingga satuan pendidikan tersebut menjadi milik jama’ah di mata hukum, bukan lagi milik jam’iyah sebagaimana awal pendiriannya. “Jika sudah ada yayasan, maka secara otomatis asset jam’iyah akan pindah menjadi asset jama’ah. Ini harus diantisipasi,” tegas Zamzami.

Untuk memperkuat penjelasan di atas, Zamzami juga menyampaikan kepada peserta Rakorwil LP Ma’arif NU Jawa Tengah bahwa ada 2 (dua) jenis satuan pendidikan di lingkungan Nahdlatul Ulama. “Jenis yang pertama atau dikenal dengan Kriteria A adalah satuan pendidikan yang didirikan dan menggunakan Akte Mogimon yang akan kita ubah menjadi BHPNU sebagai badan penyelenggara. Dan jenis kedua atau Kriteria B adalah satuan pendidikan yang didirikan oleh jama’ah dan menggunakan Yayasan perorangan sebagai badan penyelenggaranya,” tekan Zamzami.

Kedua jenis tersebut, terang Zamzami, baik Kriteria A atau B, sama-sama merupakan asset atau modal yang dimiliki NU. “Jama’ah adalah salah satu unsur yang dimiliki NU, selain Jam’iah dan ideologi. Untuk itu satuan pendidikan yang didirikan jama’ah juga harus dikelola dan dikembangkan sebagaimana satuan pendidikan Kriteria B yang memang didirikan oleh jam’iah,” pungkas Zamzami.

Selain itu, Jamun selaku Kabid Penma Kantor Kemenag Wilayah Jawa Tengah yang mewakili Kepala Kanwil dalam diskusi yang dipanel menyampaikan bahwa kaum nahdliyin memiliki Peran besar dalam pembangunan bangsa. Bahkan, jika kita berbcara Kemenag saat ini sudah dipastikan diisi oleh-oleh orang NU. "Kesempatan ini harus dimanfaatkan oleh LP Ma'arif NU untuk menata dan memperkuat diri supaya siap menghadapi apapun tantangan dan hambatan yang dihadapi di kemudian hari," tekan Jamun.

Sejak diterbitkannya UU No. 20/2003 tentang Sisdiknas, madrasah mendapatkan tempat di Negara ini. Hal ini adalah bentuk keperpihakan para legislator terhadap madrasah. "Sebelum ada UU itu, madrasah tidak diperhatikan. Dan UU itu yang merumuskan adalah para legislator yang alumni madrasah. Jika bukan alumni madrasah, pasti tidak akan melahirkan UU semacam itu," tegas Jamun.

Dalam penjabaran lebih lanjut, Jamun menjelaskan perubahan regulasi yang menjadi hambatan para birokrat untuk merealisasikan dana untuk madrasah. “Saat ini dan kedepannya pencairan BOS untuk madrasah mekanismenya berubah dan sangat sulit. Berbeda dengan sekolah yang pencairannya melalui Dinas Pendidikan relatif lebih mudah, tidak berubah,” ujar Jamun. Hal ini, lanjut Jamun, memang membingungkan. Kenapa untuk madrasah prosesnya kok berubah dan lebih sulit, sedangkan untuk sekolah masih terus saja berlangsung seperti sebelumnya. “Ini menjadi tugas LP Ma'arif NU untuk melakukan advokasi kebijakan supaya proses pencairan BOS untuk madrasah mekanismenya tidak sulit," saran Jamun.

Sebagaimana pantauan contributor, acara Rakorwil ini dihadiri sebanyak 32 Pengurus LP Ma’arif NU Cabang se-Jawa Tengah. Dengan masing-masing diwakili 2 orang pengurus. Acara sendiri akan diakhiri pada hari Ahad (26/4).

Tag:

Related Images

  • LP Ma’arif NU Jateng Gelar Rakorwil Penataan Kelembagaan

Post Rating

There are gold and diamonds that have to caiso replica watches be earned, and it is rolex replica uk still very interesting to say that the replica watch table that embodies the taste of men has rolex replica watches either gold or diamonds.