Optimasi Distribusi Bantuan ZIS Rp2,93 Miliar di Sumut: Zakat Sebagai Pilar Kekuatan Sosial

Dalam perjalanan melalui tantangan dan bencana yang melanda Provinsi Sumatera Utara, peran penting zakat, infaq dan sedekah (ZIS) sebagai pilar kekuatan sosial menjadi semakin menonjol. Melalui Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Sumut, ZIS senilai Rp2,93 miliar telah berhasil didistribusikan, memberikan harapan dan bantuan bagi 2.648 mustahik. Namun, bukan hanya tentang jumlah yang disalurkan, tetapi juga tentang bagaimana optimasi distribusi bantuan ZIS ini dapat memberikan dampak sosial yang luar biasa di Sumut.

Optimasi Distribusi Bantuan ZIS: Zakat sebagai Kekuatan Sosial

Wakil Gubernur Sumatera Utara, H. Surya, mengungkapkan bahwa zakat yang dikelola dengan baik memiliki kekuatan sosial yang luar biasa. Menurutnya, zakat dapat menjadi solusi dalam mengurangi kesenjangan ekonomi dan membantu masyarakat yang membutuhkan (mustahik). Hal ini disampaikannya saat menghadiri acara Pengumpulan Zakat Jajaran Pejabat Pemprovsu dan Penyaluran Bantuan ZIS.

Pada kesempatan yang sama, H. Surya juga menyinggung tentang peran penting BAZNAS, terutama dalam situasi sulit seperti bencana banjir dan fenomena hidrometeorologi yang terjadi di beberapa wilayah di Sumut. Ia menilai, kehadiran BAZNAS dalam situasi tersebut sangat vital karena zakat menjadi bentuk solidaritas kemanusiaan untuk membantu masyarakat yang mengalami kesulitan.

Bantuan Zakat dalam Situasi Darurat dan Rekonstruksi

H. Surya mengungkapkan bahwa bantuan ZIS telah banyak disalurkan, mulai dari distribusi logistik, layanan kesehatan, dukungan psikososial, hingga bantuan kemanusiaan lainnya. Tak hanya itu, Pemerintah Provinsi Sumut bersama BAZNAS juga berpartisipasi dalam program pembangunan hunian tetap bagi masyarakat yang terdampak bencana di Kabupaten Tapanuli Selatan.

Menurutnya, hal ini menunjukkan bahwa zakat tidak hanya berperan penting saat kondisi darurat, tetapi juga berperan aktif dalam upaya membangun kembali kehidupan masyarakat pasca bencana. Ia berharap semangat berzakat akan terus berkembang dan menjadi budaya yang kuat di masyarakat Sumut. Pemprov Sumut sendiri akan terus mendorong optimalisasi pengumpulan zakat dengan memperkuat unit pengumpul zakat di berbagai instansi.

Zakat Menguatkan Indonesia: Tema BAZNAS Nasional

Ketua BAZNAS Sumut, Mohammad Hatta, menyampaikan bahwa tema nasional BAZNAS saat ini adalah ‘Zakat Menguatkan Indonesia’. Menurutnya, tema ini mengingatkan bahwa zakat bukan hanya merupakan kewajiban ritual keagamaan, tetapi juga instrumen penguatan ekonomi dan solidaritas sosial bangsa.

Hatta menambahkan, “Melalui zakat kita perkuat pondasi kebangsaan dari lini paling bawah, dengan memberdayakan mereka yang membutuhkan.”

Pertumbuhan Pengumpulan Zakat di Sumut

Seiring dengan semakin tingginya kesadaran masyarakat untuk berzakat, BAZNAS Sumut berhasil menghimpun ZIS sebesar Rp19,597 miliar sepanjang tahun 2025. Dari jumlah tersebut, total penyaluran mencapai Rp17,771 miliar dengan penerima manfaat sebanyak 31.323 mustahik.

Dana ZIS tersebut disalurkan melalui berbagai program pemberdayaan di bidang pendidikan, kesehatan, kemanusiaan, serta penguatan ekonomi masyarakat. “Kami bersyukur terjadi pertumbuhan pengumpulan ZIS sebesar 5% pada tahun 2025 dibanding tahun sebelumnya. Ini adalah bukti kepercayaan masyarakat yang terus meningkat kepada BAZNAS,” ungkap Hatta.

Komitmen Pemerintah Sumut untuk Berzakat

Pada kesempatan tersebut, Wagub Sumut Surya bersama Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Sumut, Sulaiman Harahap, dan beberapa pimpinan perangkat daerah menunaikan zakat melalui BAZNAS. Kegiatan ini juga dihadiri oleh para Rektor perguruan tinggi, Ketua BAZNAS kabupaten/kota, serta para tokoh agama.

Komitmen ini menunjukkan bahwa pemerintah Sumut serius dalam mengoptimalkan distribusi bantuan ZIS. Dengan optimasi ini, diharapkan bantuan ZIS dapat lebih tepat sasaran dan memberikan manfaat yang maksimal bagi masyarakat Sumut.

Exit mobile version