Perayaan malam takbiran menyambut Idulfitri 1447 Hijriah di Makassar kali ini menjanjikan suasana yang meriah sekaligus tertib. Pemerintah Kota Makassar telah menetapkan langkah-langkah strategis untuk memastikan bahwa masyarakat dapat merayakan dengan penuh semangat tanpa mengabaikan aspek keamanan dan ketertiban. Dalam konteks ini, Wali Kota Munafri Arifuddin memberikan arahan yang jelas agar perayaan dapat berlangsung dengan aman dan nyaman bagi semua.
Tanggal Penting untuk Perayaan Takbiran
Perayaan takbiran diperkirakan akan berlangsung pada malam Kamis, 19 Maret 2026, atau menjelang Jumat, 20 Maret 2026. Ini adalah malam yang dinanti-nanti oleh umat Islam sebagai ungkapan syukur setelah sebulan berpuasa di bulan Ramadan.
Ruang untuk Merayakan Takbiran
Pemerintah Kota Makassar tidak melarang pelaksanaan kegiatan takbiran, justru memberikan kebebasan kepada masyarakat untuk mengumandangkan takbir di lingkungan masing-masing. Kegiatan ini diharapkan dapat berlangsung di lorong-lorong dan sekitar masjid di berbagai wilayah.
Arah Wali Kota untuk Takbiran yang Tertib
Wali Kota Munafri Arifuddin menegaskan bahwa meskipun pawai takbiran keliling tidak dilaksanakan seperti tahun-tahun sebelumnya, masyarakat tetap dapat merayakan malam takbiran dengan cara yang lebih terfokus. Dalam pernyataannya pada Selasa, 17 Maret 2026, ia mengimbau agar masyarakat mengadakan kegiatan takbiran di tingkat kecamatan dan tidak melakukan konvoi di jalan raya.
Pentingnya Ketertiban dan Keamanan
Langkah ini diambil untuk menjaga ketertiban dan keamanan lingkungan. Wali Kota menyatakan, “Kami mendorong masyarakat untuk melaksanakan takbiran di lingkungan kecamatan masing-masing, bukan di jalan raya.” Hal ini bertujuan untuk menciptakan suasana yang aman dan nyaman menjelang hari raya.
Menjaga Ketenangan Lingkungan
Selain menghindari konvoi kendaraan, masyarakat juga diingatkan untuk tidak menyalakan petasan atau mercon. Hal ini penting untuk menghindari gangguan yang dapat mengganggu ketenangan lingkungan dan menjaga keselamatan. Munafri menegaskan, “Diperbolehkan untuk takbir di lingkungan masing-masing, tetapi tanpa konvoi kendaraan dan penggunaan petasan atau knalpot bising.”
Tradisi Takbiran yang Berubah
Tradisi takbiran keliling yang sebelumnya sering kali diiringi dengan konvoi kendaraan dan penggunaan petasan, kini harus beradaptasi dengan situasi yang ada. Dengan meningkatnya volume kendaraan di Makassar, momen takbiran seharusnya diisi dengan zikir dan doa sebagai ungkapan syukur setelah berpuasa sebulan penuh.
Pentingnya Peran Masyarakat dan Aparat
Pemerintah Kota Makassar juga meminta agar jajaran camat, lurah, ketua RT/RW, dan tokoh masyarakat turut berperan aktif dalam mengawasi kegiatan takbiran di wilayah mereka. Hal ini bertujuan untuk memastikan bahwa semua kegiatan berlangsung tertib.
Koordinasi dengan Pemerintah Setempat
Bagi masyarakat yang ingin melaksanakan kegiatan takbiran, penting untuk tetap berkoordinasi dengan pihak kecamatan atau aparat setempat. Ini akan membantu memastikan bahwa semua kegiatan dapat berjalan dengan lancar dan sesuai dengan arahan yang telah ditetapkan.
Salat Idulfitri di Lapangan Karebosi
Selain itu, Pemerintah Kota Makassar juga mengumumkan bahwa pelaksanaan salat Idulfitri tahun ini akan dipusatkan di Lapangan Karebosi. Wali Kota mengajak seluruh masyarakat, terutama yang berasal dari kecamatan dan kelurahan di sekitar, untuk hadir dan melaksanakan salat berjamaah di lokasi tersebut.
Dengan langkah-langkah yang telah diambil oleh Pemerintah Kota Makassar, diharapkan perayaan malam takbiran dapat berlangsung dengan meriah dan penuh makna, sekaligus menjaga ketertiban dan kenyamanan bagi seluruh masyarakat. Semoga semua umat Islam dapat merayakan momen istimewa ini dengan penuh rasa syukur dan kebersamaan.
