Buka Bersama PWI Kepri Sebagai Platform Literasi Strategis Bersama Ir. Suryanto

Buka puasa bersama adalah momen yang sering digunakan untuk mempererat tali silaturahmi. Namun, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) telah bertransformasi menjadikan acara ini sebagai forum intelektual yang lebih mendalam. Dengan mengusung tema literasi strategis, PWI Kepri mengundang Ir. Suryanto, seorang legislator DPRD Batam, untuk memaparkan visinya melalui bedah buku yang memuat gagasan-gagasan penting untuk masa depan Batam.
Transformasi Tradisi Menjadi Forum Literasi
Acara yang berlangsung di Asialink Hotel, Batam, pada Minggu (15/3/2026), tidak hanya sekadar acara buka puasa. PWI Kepri telah mengubah tradisi ini menjadi sebuah platform untuk berdiskusi dan memahami visi pembangunan daerah melalui karya tulis yang relevan. Buku berjudul “Batam 2045: Jalan Emas Menuju Kota Global” menjadi fokus utama dalam acara ini, di mana puluhan pengurus PWI Kepri hadir untuk mendengarkan penjelasan dan diskusi mengenai isi buku tersebut.
Menggali Visi Pembangunan Daerah
Ketua PWI Kepri, Saibansah Dardani, menekankan bahwa kehadiran Ir. Suryanto pada acara buka bersama ini memiliki tujuan strategis. Ia ingin memberikan wawasan yang mendalam kepada para jurnalis mengenai visi pembangunan jangka panjang yang dapat diterapkan di wilayah ini. Dengan demikian, wartawan tidak hanya berperan sebagai pengamat, tetapi juga sebagai agen literasi yang memahami arah kebijakan yang dibutuhkan untuk menjadikan Batam sebagai Kota Global pada tahun 2045.
“Kami ingin memastikan bahwa para pengurus PWI Kepri memiliki pemahaman yang kuat tentang apa yang diperlukan Batam ke depannya. Melalui bedah buku ini, kami berharap para jurnalis dapat menjadi lebih peka terhadap dinamika pembangunan daerah,” ujar Saibansah.
Konsolidasi Organisasi dalam Momen Berharga
Selain membahas literasi, acara ini juga digunakan sebagai momentum untuk melakukan konsolidasi di dalam organisasi PWI Kepri. Saibansah menggarisbawahi rencana keberangkatan kontingen Kepri ke Hari Pers Nasional (HPN) 2027 yang akan dilaksanakan di Lampung. Ini menjadi kesempatan bagi para wartawan untuk bersinergi dan memperkuat posisi mereka dalam dunia jurnalistik.
Membedah Akar Masalah Batam
Dalam pemaparannya, Ir. Suryanto, yang merupakan anggota DPRD Batam dari Fraksi PKS, mengajak para wartawan untuk melihat Batam dengan kacamata yang lebih dalam dan teknis. Ia mencatat bahwa bukunya berfungsi sebagai “ikrar dan doa politik” untuk kota yang sedang merencanakan masa depannya. Suryanto dengan tegas menyampaikan bahwa pengembangan Batam tidak bisa lepas dari pemetaan yang realistis dan komprehensif.
- Pentingnya penataan peta air dan drainase induk.
- Perhatian terhadap hunian yang layak bagi para pekerja.
- Keberanian politik dalam fiskal sharing 30:70.
- Pentingnya PAD yang kuat untuk fasilitas dasar.
- Realitas pembangunan yang dapat dinikmati masyarakat.
“Literasi pembangunan yang saya tuangkan dalam buku ini menegaskan bahwa kota yang dianggap global tidak akan terwujud hanya dari janji-janji. Kita memerlukan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang kuat agar fasilitas dasar seperti sekolah, puskesmas, dan transportasi massal dapat menjadi kenyataan,” tegas Ir. Suryanto.
Identitas Lokal dalam Pembangunan
Diskusi literasi juga menyentuh aspek humanis kota Batam. Ir. Suryanto mengingatkan bahwa dalam perjalanan menuju 2045, kemajuan tidak boleh mengorbankan identitas lokal. Ia membayangkan Batam yang maju namun tetap menjaga ‘jiwa’ kota, dengan kampung-kampung tua yang tetap hadir, garis pantai yang tertata dengan baik, dan para nelayan yang tetap memiliki martabat.
Sinergi PWI Kepri dan Ir. Suryanto
Kerja sama antara PWI Kepri dan Ir. Suryanto dalam forum ini menunjukkan pentingnya kolaborasi antara para pembuat kebijakan dan jurnalis. Dengan meningkatkan literasi, diharapkan media dapat mengawal “Jalan Emas” Batam menuju 2045 agar tetap berada di jalur yang benar demi kesejahteraan masyarakat.
Acara buka bersama ini bukan hanya menjadi sekadar momen untuk berbuka puasa, tetapi juga menjadi titik awal untuk membangun kesadaran dan pemahaman yang lebih dalam tentang peran masing-masing dalam pembangunan daerah. Dengan harapan, sinergi antara PWI Kepri dan para pemangku kebijakan seperti Ir. Suryanto akan menghasilkan langkah-langkah strategis yang membawa Batam ke arah yang lebih baik.