
Sebuah inisiatif baru yang membawa harapan bagi para pemudik di Kabupaten Solok telah diperkenalkan. Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Solok, H. Zulkifli, telah memperkenalkan konsep Masjid Ramah Pemudik. Program ini dirancang untuk memberikan kenyamanan dan kemudahan bagi mereka yang pulang kampung sekaligus beribadah selama perayaan Idul Fitri.
Peresmian Masjid Ramah Pemudik
H. Zulkifli, Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Solok, memulai program ini dengan meresmikan Masjid Agung Darussalam Islamic Center Koto Baru sebagai Masjid Ramah Pemudik. Peresmian ini diiringi dengan pengucapan Bismillahirahmanirrahim dan pembukaan spanduk sebagai simbol dari kegiatan ini. Tujuan utama program ini adalah untuk memberikan layanan yang memadai kepada para pemudik yang pulang ke kampung halaman untuk merayakan Idul Fitri bersama keluarga mereka.
Dasar dan Rencana Implementasi
Program Masjid Ramah Pemudik ini adalah sebuah tindak lanjut dari Surat Edaran Menteri Agama yang dikeluarkan pada tahun 2026. Surat ini mengandung petunjuk tentang cara menjalankan Ramadan dan bagaimana menjadikan masjid sebagai tempat yang ramah bagi pemudik.
Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Solok menjelaskan bahwa mereka telah berkoordinasi dengan pengurus masjid terkait pelayanan yang akan diberikan kepada pemudik. Selain menyediakan tempat untuk ibadah dan istirahat, masjid juga diminta untuk menyediakan sarana air bersih untuk mandi dan tempat parkir yang nyaman bagi pemudik.
Pentingnya Ruang Istirahat
Salah satu aspek penting yang ditekankan oleh Kepala Kantor Kemenag adalah kebutuhan untuk menyediakan ruang istirahat yang tidak mengganggu jemaah yang sedang beribadah. Ini karena pemudik biasanya memanfaatkan waktu berhenti di masjid untuk beristirahat sejenak sebelum melanjutkan perjalanan mereka.
Kerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Solok
Program ini tidak hanya melibatkan pengurus masjid, tetapi juga melibatkan Pemerintah Kabupaten Solok. Pemerintah setempat telah menunjukkan dukungan mereka terhadap program ini sebagai bentuk pelayanan kepada masyarakat, khususnya para perantau yang akan mudik untuk merayakan lebaran di kampung halaman.
Siapa Saja yang Terlibat?
Pada saat peluncuran program ini, Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Solok didampingi oleh PLT Kasubbag Tata Usaha, para Kepala Seksi dan Penyelenggara, serta perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di sekitar Islamic Center dan Aparatur Sipil Negara (ASN) Kantor Kemenag Kabupaten Solok.
Posisi Strategis Kabupaten Solok
Kabupaten Solok memiliki posisi yang strategis sebagai jalur utama mudik para perantau menuju berbagai kota di Sumatera Barat. Kabupaten ini berada di persimpangan jalan menuju Padang, Pesisir Selatan, Pariaman, serta arah barat dan arah utara seperti Bukittinggi, Tanah Datar, Payakumbuh, Limapuluh Kota dan Agam.
Jumlah Masjid Ramah Pemudik
Sebagai bagian dari program ini, sebanyak 56 masjid di 14 kecamatan di Kabupaten Solok telah disiapkan untuk menyambut para pemudik. Diharapkan dengan adanya program ini, perjalanan mudik para perantau dapat lebih nyaman dan lancar, serta dapat meningkatkan kualitas ibadah mereka selama bulan Ramadan dan Idul Fitri.