Kemenag Bukittinggi Menyalurkan Zakat sebagai Langkah Strategis dalam Pengentasan Kemiskinan Ekstrem

Dalam upaya mempercepat pengentasan kemiskinan ekstrem dan memperkuat kolaborasi multipihak untuk penguatan zakat, infak, dan sedekah, Kantor Kementerian Agama Kota Bukittinggi telah mengadakan kegiatan yang bernama “Indonesia Berdaya – Pulih Bersama, Bangkit Berdaya”. Kegiatan ini diadakan pada bulan Ramadhan dan merupakan bagian dari program Selasar Hangat Lintas Agama x Joyful Ramadhan.
Pelaksanaan Kegiatan
Kegiatan ini dihadiri oleh sejumlah pejabat dan tokoh penting, termasuk Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Bukittinggi H. Eri Iswandi, Ketua BAZNAS Kota Bukittinggi Yandri Gustianto Datuk Alam Batuah, dan pimpinan Lazismu. Selain itu, Kasi Bimas Islam, H. Zulfikar, dan Kasi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Zulfabriandi, juga hadir dalam kegiatan ini.
Penyerahan Zakat
Dalam acara tersebut, ada penyerahan zakat yang dilakukan oleh BAZNAS dan zakat ASN Kantor Kementerian Agama Kota Bukittinggi. Zakat tersebut disalurkan kepada sejumlah tenaga Non ASN dan masyarakat yang berhak menerima di lingkungan Kantor Kementerian Agama Kota Bukittinggi. Kegiatan ini merupakan bagian dari program nasional yang digagas oleh Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam dan Direktorat Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kementerian Agama Republik Indonesia.
Sinergi Berbagai Pihak
Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Bukittinggi, H. Eri Iswandi, menyampaikan bahwa kegiatan ini adalah perwujudan dari sinergi berbagai pihak dalam memanfaatkan potensi zakat dan dana sosial keagamaan untuk pemberdayaan masyarakat. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah, lembaga pengelola zakat, dan masyarakat sangat penting untuk mengembangkan ekosistem filantropi Islam yang inklusif dan berkelanjutan.
Rolle Zakat dalam Pengentasan Kemiskinan
Eri Iswandi menjelaskan, “Melalui momentum Ramadhan ini, kita ingin memastikan bahwa dana sosial keagamaan dapat didistribusikan secara akuntabel, tepat sasaran, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat yang membutuhkan”. Ia berharap bahwa semangat gotong royong dan kepedulian sosial akan semakin tumbuh, sehingga zakat, infak, dan sedekah benar-benar dapat menjadi instrumen pemberdayaan umat dan membantu percepatan pengentasan kemiskinan ekstrem.
Kolaborasi Multipihak
Kegiatan ini melibatkan berbagai pihak, seperti Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Kementerian Agama RI, Kementerian Ketenagakerjaan RI, Majelis Ulama Indonesia (MUI), BAZNAS RI, Forum Zakat (FOZ), serta berbagai Lembaga Amil Zakat dan lembaga filantropi nasional lainnya. Ini menjadi momentum penting untuk membangun sinergi kolaboratif antara pemerintah, lembaga pengelola zakat, dan elemen masyarakat dalam mengoptimalkan pendistribusian dana sosial keagamaan.
Terutama di bulan suci Ramadhan, yang penuh dengan nilai-nilai kepedulian dan kebersamaan, kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam upaya pengentasan kemiskinan ekstrem dengan menyalurkan zakat.

