PWI Sebagai Mitra Strategis PMI Jatim: Keterlibatan Aktif dalam Agenda Mendatang

Menyongsong Temu Karya Relawan PMI Nasional 2027, Jawa Timur bersiap sebagai tuan rumah. Di balik persiapan ini, ada sebuah kolaborasi strategis yang sedang digagas, yaitu kemitraan antara Palang Merah Indonesia (PMI) Jawa Timur dan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI).
Kerjasama Strategis PMI dan PWI
Imam Utomo, Ketua PMI Jawa Timur, menggarisbawahi bahwa PWI merupakan mitra strategis yang akan senantiasa dilibatkan dalam berbagai agenda penting. Mantan Gubernur Jawa Timur yang dua kali menjabat (1998-2003 dan 2003-2008) ini menegaskan bahwa kerjasama ini tengah dirancang, dengan ide pembentukan jaringan relawan berbasis profesi jurnalistik di sektor PMI dan penanggulangan bencana.
“PWI Jatim sebagai mitra strategis PMI Jatim, harus segera merealisasikan ide membentuk satuan relawan jurnalis palang merah di wilayah Jatim. Jika perlu, kita akan melaksanakan bimbingan teknis di beberapa daerah,” ujar Imam Utomo dalam acara buka puasa bersama di Kantor PMI Jatim dengan sejumlah pengurus PWI Jatim.
Apresiasi Imam Utomo terhadap PWI
Imam Utomo mengekspresikan penghargaannya kepada para jurnalis, khususnya PWI, yang telah mendukungnya sejak menjabat Pangdam Brawijaya dan Gubernur Jatim hingga hari ini sebagai Ketua PMI Jatim. Kebersamaan dengan rekan-rekan jurnalis selama ini sangat berarti dan ia berharap kerja sama antara PMI dan PWI dapat terus terjalin, terutama dalam konteks relawan jurnalis Palang Merah.
Jatim sebagai Tuan Rumah Temu Karya Relawan PMI 2027
Imam Utomo mengungkapkan bahwa ada agenda besar pada April 2026, yaitu Temu Karya Relawan PMI, di mana Jawa Timur ditunjuk sebagai tuan rumah. Namun, acara ini ditunda menjadi April 2027 oleh Ketua Umum PMI Pusat, Jusuf Kalla, karena kondisi tertentu.
“Pada acara tersebut, PWI Jatim diharapkan bisa terlibat lebih dalam. Dalam acara Temu Karya Relawan tahun depan, setiap provinsi akan mengirimkan 40-50 relawan senior. Jawa Timur juga akan mengirimkan perwakilannya, di mana kami berharap relawan jurnalis Palang Merah Indonesia yang merupakan anggota PWI Jatim dapat turut serta,” tegas mantan Pangdam Brawijaya kelahiran Jombang tersebut.
Keberadaan PWI dalam Buka Puasa PMI Jatim dan PWI Jatim
Dalam acara buka puasa bersama antara PMI Jatim dan PWI Jatim, Imam Utomo didampingi oleh Fatah Yasin, Sekretaris Dewan Kehormatan, Edi Indrayana, Wakil Ketua, Nur Wiyatno, Sekretaris, dan beberapa pengurus lainnya. Dari pihak PWI Jatim hadir Sekretaris, Syaiful Anam, Wakil Ketua, Mahmud Suhermono, dan Sokip, Wakil Sekretaris, Dwi Budi Stiawan, Tarmuji dan beberapa anggota pengurus lainnya seperti Siti Nafsiyah, Arie Setya Budi, Nordin, dan Yuristiarso.
PWI Jatim Menyerahkan Buku Autobiografi K’Tut Tantri
Syaiful Anam, Sekretaris PWI Jatim, menyerahkan buku autobiografi K’Tut Tantri kepada Imam Utomo. Buku berjudul “Revolusi Di Nusa Damai” ini mengisahkan perjuangan K’Tut Tantri selama berada di Indonesia, termasuk menjadi relawan Palang Merah Internasional dan berperan sebagai Penyiar Jurnalis Radio Pergerakan Arek-Arek Suroboyo pada era pertempuran 1945.
Dukungan PWI Pusat terhadap PMI Jatim
Dhimam Abroor, Ketua Dewan Pakar PWI Pusat, menyatakan dukungannya atas keinginan Imam Utomo untuk melibatkan PWI Jatim sebagai mitra strategis. “Kami sepenuhnya mendukung ide beliau untuk menjadikan PWI sebagai bagian penting dalam agenda-agenda PMI, termasuk agenda pembentukan relawan jurnalis Palang Merah,” kata Dhimam Abroor, yang didampingi oleh Lutfil Hakim, Ketua PWI Jatim, saat buka puasa bersama dengan anak yatim piatu di Sekretariat PWI Jatim.
Dhimam Abroor juga menunjukkan ketertarikannya terhadap revitalisasi figur pejuang wanita yang dikenal sebagai sahabat Bung Tomo dan terlibat dalam radio perjuangan Arek-Arek Suroboyo. “Alhamdulillah, Buku Revolusi Di Nusa Damai juga telah diterima oleh Imam Utomo, sosok jurnalis yang juga dikenal sebagai relawan International Red Cross pada masa pertempuran 10 November 1945. Sayangnya, figur ini kini hampir dilupakan oleh publik Kota Surabaya, padahal perjuangan K’Tut Tantri untuk bangsa ini sangat luar biasa,” tutup Dhimam Abroor.