Strategi Pemkot Batu Menekan Inflasi dengan Subsidi Pasar Murah Among Tani
Sebagai antisipasi terhadap kenaikan harga pangan yang biasa terjadi menjelang Ramadhan dan Idul Fitri, Pemerintah Kota Batu merancang sebuah strategi cerdas. Strategi ini dibentuk dalam rangka menekan laju inflasi di daerah tersebut. Salah satu bentuk realisasi dari strategi tersebut adalah melalui penyelenggaraan Pasar Murah di Hall Pasar Induk Among Tani. Sebagai langkah awal, acara Pasar Murah ini diresmikan oleh Wali Kota Batu, Nurochman SH MH pada Selasa, 10 Maret 2026.
Pelaksanaan Pasar Murah
Acara ini berlangsung selama tiga hari dan melibatkan lebih dari 50 pedagang sebagai mitra. Pasar Murah ini merupakan manifestasi nyata dari intervensi langsung pemerintah dalam upaya menjaga daya beli masyarakat. Ini menjadi penting, terutama di tengah tren kenaikan harga bahan pokok yang biasanya terjadi menjelang lebaran.
Dalam sambutannya, Wali Kota Nurochman menegaskan pentingnya kehadiran pemerintah ketika pasar mulai bergejolak. “Pemerintah hadir ketika ada komoditas yang mengalami kenaikan harga. Melalui kerja sama dengan pedagang dan berbagai pihak lainnya, kita melakukan intervensi agar harga tetap terjangkau dan masyarakat tetap dapat memenuhi kebutuhan pokoknya,” kata Nurochman.
Modernisasi Pasar Among Tani
Tak hanya fokus pada stabilitas harga, Nurochman juga memperhatikan aspek modernisasi di Pasar Among Tani. Ia memastikan para pedagang mulai terbiasa menggunakan sistem pembayaran nontunai melalui QRIS. Langkah ini diambil agar pasar rakyat di Kota Batu tidak kalah bersaing dan tetap relevan dengan perkembangan teknologi finansial.
“Semoga kegiatan ini menjadi ikhtiar bersama untuk menghadirkan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pangan, sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi daerah,” harapnya.
Layanan Tambahan di Pasar Murah
Tak hanya bisa memborong beras, telur, daging, dan bumbu dapur, masyarakat juga bisa menikmati berbagai layanan gratis di Pasar Murah ini. Pemeriksaan kesehatan gratis dan tera ulang timbangan menjadi beberapa di antaranya. Bahkan, Kementerian Agama juga turut serta memberikan layanan jemput bola bagi pelaku usaha.
Di sela peninjauan, Wali Kota Nurochman juga menyempatkan diri berdialog dengan para pedagang. Ia menerima beberapa masukan terkait penataan lokasi jualan yang nantinya akan ditampung sebagai bahan evaluasi. “Dengan penataan yang lebih efektif, alur belanja masyarakat menjadi lebih nyaman sehingga perputaran ekonomi di Pasar Among Tani semakin melesat,” tandasnya.
Sinergi Untuk Pasar Murah
Kegiatan ini terlaksana berkat kerjasama antara Diskumperindag Kota Batu, Perum Bulog, Bank Indonesia, serta jajaran Forkopimda. Pasar murah kali ini juga menerapkan skema penggunaan voucher belanja. Fasilitas ini memungkinkan warga mendapatkan bahan pangan dengan harga yang jauh lebih miring dibanding harga pasar pada umumnya.