Rektor UIN Ajak Keluarga Besar Bangun Kebersamaan Melalui Buka Puasa Bersama

Buka puasa bersama merupakan salah satu tradisi yang penuh makna, terutama di lingkungan akademik. Dalam momen yang penuh berkah ini, Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung, Prof. H. Wan Jamaluddin Z, M.Ag., Ph.D., mengajak seluruh civitas akademika untuk bersatu dalam membangun semangat kebersamaan demi kemajuan kampus. Melalui acara buka puasa yang diadakan di Masjid Safinatul Ulum pada Kamis, 12 Maret 2026, beliau menyampaikan pesan penting tentang pentingnya kolaborasi dan persatuan dalam lingkungan pendidikan.
Pentingnya Kebersamaan di UIN Raden Intan Lampung
Dalam sambutannya, Prof. Wan menekankan bahwa setiap elemen di UIN Raden Intan Lampung, mulai dari profesor, dosen, hingga tenaga kependidikan dan keamanan, memiliki peran yang vital untuk menciptakan suasana kampus yang harmonis. Beliau mengajak semua pihak untuk bersama-sama membangun kebersamaan yang kuat dan saling mendukung di antara satu sama lain.
“Kami semua adalah bagian dari satu keluarga besar yang memiliki tanggung jawab untuk memajukan institusi ini,” ujarnya. Dengan semangat ini, beliau berharap setiap anggota sivitas akademika dapat berkontribusi dengan cara yang positif dan konstruktif.
Spirit Ber-ISI: Intellectuality, Spirituality, dan Integrity
Rektor juga mengingatkan bahwa untuk membangun kampus yang maju, diperlukan semangat ber-ISI: Intellectuality yang bermartabat, Spirituality yang mendalam, serta Integrity yang kuat. Ketiga pilar ini menjadi landasan bagi seluruh civitas akademika untuk berkolaborasi, berinovasi, dan berkontribusi dalam mencapai tujuan bersama.
“Kampus yang kita cita-citakan adalah kampus yang bukan hanya unggul secara akademis, tetapi juga kaya akan nilai-nilai spiritual dan integritas,” tegasnya.
Menularkan Suasana Kebersamaan
Prof. Wan berharap suasana kebersamaan yang ia rasakan selama bertugas di Kementerian Agama dapat menular ke seluruh lingkungan kampus. Ia ingin UIN Raden Intan Lampung dikenal sebagai tempat yang harmonis, penuh dengan ketentraman, dan saling mendukung di antara semua anggotanya.
“Kita perlu menjadikan kampus ini sebagai ruang di mana setiap orang merasa dihargai dan diterima,” lanjutnya. Dengan demikian, setiap individu dapat berkontribusi secara maksimal untuk kemajuan institusi.
Amanah Jabatan: Tanggung Jawab Bersama
Pada kesempatan itu, Prof. Wan juga mengungkapkan bahwa ia baru saja dilantik untuk periode kedua sebagai pemimpin UIN Raden Intan Lampung untuk masa bakti 2026–2030. Beliau mengaku terkejut dan merasa terhormat mendapat amanah ini, terlebih pelantikan berlangsung di bulan suci Ramadan.
“Saya tidak menyangka dapat kembali dipercaya untuk memimpin institusi ini, terutama di bulan yang penuh berkah,” katanya. Beliau menceritakan proses hingga pelantikan, di mana ia bersama sembilan kandidat lain menunggu dengan cemas, hingga akhirnya menerima undangan resmi dari Menteri Agama pada 9 Maret 2026.
Jabatan Sebagai Amanah
Prof. Wan menekankan bahwa jabatan yang diembannya adalah sebuah amanah, bukan sesuatu yang diperebutkan. Ia menggarisbawahi bahwa setiap orang yang menjabat seharusnya menyadari tanggung jawab yang melekat dan bukan hanya berfokus pada ambisi pribadi.
- Jabatan adalah amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab.
- Amanah tidak untuk diperebutkan atau dipertaruhkan, tetapi dijalankan dengan keikhlasan.
- Setiap individu perlu menghargai prinsip amanah dalam menjalankan tugasnya.
- Proses demokrasi kampus harus dijalani dengan legowo dan menerima hasilnya dengan terbuka.
- Kebaikan dan kemajuan kampus harus menjadi fokus utama bagi semua pihak.
“Yang terpenting adalah bagaimana kita menjalankan amanah ini dengan sebaik-baiknya,” pungkasnya. Prof. Wan juga menekankan pentingnya kolaborasi dan saling percaya di antara seluruh anggota sivitas akademika.
Apresiasi untuk Tim Kepemimpinan Sebelumnya
Dalam acara tersebut, beliau menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran pimpinan periode pertama kepemimpinannya. Mulai dari wakil rektor, dekan, hingga kepala pusat, semua pihak berkontribusi dalam membawa UIN Raden Intan Lampung ke arah yang lebih baik.
“Saya sangat berterima kasih kepada semua yang telah menjadi bagian dari tim kepemimpinan ini. Dedikasi dan kerja keras kalian tidak terukur,” ujar Prof. Wan. Ia merasa bangga dengan pencapaian yang telah diraih, termasuk beberapa penghargaan yang memperkuat reputasi UIN Raden Intan Lampung sebagai salah satu kampus yang berkelanjutan.
Menatap Masa Depan dengan Niat Baik
Rektor mengajak seluruh sivitas akademika untuk menyongsong masa depan dengan niat yang baik demi kemaslahatan kampus. Ia berharap setiap individu dapat berkontribusi dengan semangat yang tinggi untuk mencapai visi dan misi institusi.
“Mari kita tingkatkan kerja sama dan jangan saling berburuk sangka. Fokuslah pada kebaikan dan kemajuan bersama,” ajaknya. Dengan menyatukan langkah, beliau yakin UIN Raden Intan Lampung akan mencapai prestasi yang lebih gemilang ke depannya.
Kultum Spesial di Bulan Ramadan
Acara buka puasa tersebut diakhiri dengan kultum yang disampaikan oleh Dr. H. Ahmad Bukhari Muslim, Lc., M.A. Dalam ceramahnya, beliau menekankan bahwa bulan Ramadan adalah bulan yang penuh berkah dan kebaikan. Dalam konteks ini, penting bagi setiap individu untuk mencari keberkahan hidup.
“Rezeki dan umur sudah ditentukan oleh Allah SWT. Apa yang terpenting adalah bagaimana kita memanfaatkan waktu dan kesempatan yang ada untuk melakukan kebaikan,” jelasnya. Dengan memahami makna tersebut, diharapkan setiap anggota civitas akademika dapat lebih bersyukur dan berkontribusi positif.
Dengan semangat kebersamaan dan kolaborasi yang kuat, UIN Raden Intan Lampung dapat terus melangkah maju menuju masa depan yang lebih cerah. Melalui kegiatan buka puasa bersama dan inisiatif lainnya, diharapkan nilai-nilai kebersamaan ini dapat terwujud dan menginspirasi seluruh elemen kampus untuk terus berkontribusi demi kemajuan bersama.