Karimun Tingkatkan Kualitas SDM Konstruksi, Wabup Rocky Soroti Standar Mutu dan Pengawasan Proyek

Pembangunan infrastruktur yang berkualitas sangat bergantung pada kompetensi tenaga kerja yang handal. Di tengah tantangan yang dihadapi sektor konstruksi, Pemerintah Kabupaten Karimun mengambil langkah proaktif untuk memperbaiki kualitas sumber daya manusia (SDM) dalam bidang ini. Melalui program Pelatihan dan Sertifikasi Tenaga Kerja Konstruksi yang diselenggarakan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Karimun, bersama Balai Jasa Konstruksi Wilayah (BJKW) I Banda Aceh, upaya ini diharapkan dapat memberikan solusi atas kebutuhan akan tenaga kerja yang terampil dan kompeten.
Pelatihan dan Sertifikasi Kualitas SDM Konstruksi
Kegiatan pelatihan berlangsung di Hotel 21 di Karimun pada 23 hingga 24 September 2026. Program ini diikuti oleh 75 peserta yang dibagi menjadi tiga kelompok, masing-masing terdiri dari 25 tenaga kerja konstruksi, pelaksana lapangan pekerjaan jalan, dan pelaksana lapangan bangunan gedung. Pembagian ini bertujuan untuk memastikan bahwa setiap peserta mendapatkan pelatihan yang sesuai dengan bidangnya.
Kompetensi Tenaga Kerja sebagai Penentu Kualitas Pembangunan
Wakil Bupati Karimun, Rocky Marciano Bawole, menekankan bahwa keberhasilan pembangunan tidak hanya bergantung pada perencanaan dan anggaran yang memadai. “Kompetensi tenaga kerja yang bekerja di lapangan sangat menentukan kualitas hasil akhir dari proyek konstruksi,” ujarnya. Ia menegaskan bahwa untuk menghasilkan bangunan yang berkualitas, diperlukan tenaga kerja yang memiliki keahlian dan pengetahuan yang memadai.
Rocky juga menyoroti pentingnya peningkatan kapasitas dan profesionalisme tenaga kerja konstruksi. Hal ini menjadi kebutuhan strategis dalam memastikan bahwa setiap proyek berjalan sesuai dengan standar mutu yang telah ditetapkan serta ketentuan teknis yang berlaku.
Pentingnya Pengawasan dalam Proyek Konstruksi
Selain kompetensi, pengawasan yang ketat selama proses konstruksi juga menjadi hal yang krusial. Wakil Bupati menyatakan, “Pengawasan harus dilakukan dengan serius di lapangan. Setiap proyek konstruksi di Karimun harus sesuai dengan spesifikasi dan teknis yang ditentukan. Oleh karena itu, peningkatan kemampuan teknis para pekerja sangatlah penting.”
Pemerintah Kabupaten Karimun berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas SDM di sektor jasa konstruksi melalui berbagai program pelatihan dan sertifikasi kompetensi. Langkah ini dianggap semakin penting mengingat posisi Karimun sebagai daerah perbatasan yang memiliki hubungan erat dengan Singapura dan Malaysia, yang membuka peluang bagi pengembangan infrastruktur yang lebih baik.
Proses Pelatihan dan Sertifikasi
Kepala Dinas PUPR Kabupaten Karimun, Ir. Raja Machrizal, menjelaskan bahwa peserta akan mendapatkan pelatihan dan sertifikasi dari instruktur yang merupakan praktisi bersertifikat Training of Trainer (TOT). Proses pengujian akan dilakukan oleh asesor dari Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) ATAKI Kepulauan Riau. Peserta yang berhasil dinyatakan kompeten akan memperoleh sertifikat kompetensi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) yang berlaku selama lima tahun.
“Peserta terbagi dalam tiga kelompok kualifikasi, yakni 25 orang untuk tenaga kerja konstruksi, pelaksana lapangan pekerjaan jalan, dan pelaksana lapangan bangunan gedung,” tambah Raja Machrizal. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk meningkatkan produktivitas dan kompetensi tenaga kerja konstruksi, serta mendorong peningkatan mutu pembangunan di Karimun.
Momentum Pemulihan Pasca Pandemi
Program pelatihan dan sertifikasi ini juga menjadi momentum penting untuk menghidupkan kembali penguatan kompetensi tenaga konstruksi setelah dua tahun mengalami penundaan akibat pandemi COVID-19. Raja Machrizal menegaskan bahwa pembangunan di sektor PUPR tidak hanya berfokus pada proyek fisik atau konsultan, tetapi juga membutuhkan tenaga kerja yang memenuhi standar kompetensi dan memiliki kemampuan teknis yang memadai.
Menjawab Kebutuhan Tenaga Kerja Berstandar Internasional
Di tengah meningkatnya kebutuhan akan tenaga konstruksi berstandar internasional, Karimun berpotensi menjadi pusat pengembangan sumber daya manusia di bidang konstruksi. “Baru-baru ini, kami menerima kunjungan dari perwakilan Konsulat Jenderal Malaysia di Johor dan pengurus CIDB Malaysia yang menyampaikan kebutuhan terhadap tenaga kerja konstruksi dengan standar internasional,” ungkap Raja Machrizal.
Situasi ini menjadi tantangan sekaligus peluang bagi tenaga kerja konstruksi di Karimun untuk meningkatkan daya saing dan kompetensinya di pasar yang lebih luas. Dengan adanya permintaan ini, diharapkan para pekerja konstruksi dapat memanfaatkan kesempatan untuk memperluas keterampilan dan pengetahuan mereka.
Pesan dari Wakil Bupati
Wakil Bupati Rocky berharap agar seluruh peserta pelatihan mengikuti program ini dengan disiplin dan keseriusan. “Sertifikasi yang diperoleh harus mencerminkan kompetensi yang dapat diterapkan di lapangan, bukan sekadar menjadi dokumen administratif,” tegasnya. Ia mengingatkan peserta untuk memanfaatkan kesempatan ini untuk menambah wawasan, meningkatkan keterampilan, dan memperkuat kompetensi profesional.
“Kami ingin pembangunan di Karimun didukung oleh tenaga kerja yang benar-benar kompeten,” tutupnya. Kegiatan pelatihan ini juga dihadiri oleh Anggota DPRD Kabupaten Karimun Muhammad Firdaus, perwakilan BJKW I Banda Aceh, Kepala Kantor BPJS Cabang Karimun, serta Camat Karimun, yang menunjukkan dukungan luas terhadap inisiatif ini.
Kesimpulan
Peningkatan kualitas SDM konstruksi di Karimun merupakan langkah strategis yang tidak hanya berdampak pada kualitas pembangunan, tetapi juga pada daya saing daerah dalam skala yang lebih luas. Dengan program pelatihan dan sertifikasi yang tepat, diharapkan tenaga kerja konstruksi di Karimun dapat bersaing di pasar regional dan internasional, serta berkontribusi nyata dalam membangun infrastruktur yang berkualitas bagi masyarakat.




