Rico Waas Evaluasi Pengerjaan Drainase 385 Meter untuk Atasi Genangan Banjir di Sei Agul

Pembangunan infrastruktur drainase menjadi salah satu fokus utama Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, dalam upaya mengatasi masalah banjir yang kerap melanda wilayahnya. Salah satu langkah konkret yang diambil adalah pembangunan saluran drainase sepanjang 385 meter di Jalan Makmur, Kelurahan Sei Agul, Kecamatan Medan Barat. Dengan langkah ini, diharapkan genangan air dapat diminimalisir, sehingga memberikan kenyamanan bagi masyarakat setempat.
Pentingnya Pembangunan Drainase di Sei Agul
Banjir adalah masalah yang sering mengganggu aktivitas masyarakat, terutama di daerah yang memiliki curah hujan tinggi. Dalam penanganan masalah ini, Rico Waas melakukan evaluasi langsung terhadap proyek pembangunan drainase yang sedang berlangsung. Pada Selasa, 29 September 2026, ia mengunjungi lokasi pembangunan untuk memastikan bahwa semua berjalan sesuai rencana dan standar yang ditetapkan.
Komitmen Wali Kota Medan
Rico Waas menegaskan pentingnya kolaborasi antara Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi (SDABMBK) untuk memastikan bahwa proyek ini tidak hanya selesai tepat waktu, tetapi juga memperhatikan kesejahteraan warga yang terdampak selama proses pembangunan. Ia menginginkan agar seluruh aspek dalam pengerjaan drainase 385 meter tersebut diperhatikan demi kenyamanan masyarakat.
Proses Pembangunan Drainase
Proyek drainase ini dibangun dengan menggunakan konstruksi beton berukuran 100 x 120 sentimeter dan membentang sepanjang 385 meter. Saluran drainase dirancang dengan pola huruf L yang mengarah menuju jalur perlintasan kereta api di Jalan Adam Malik. Desain ini diharapkan dapat mengoptimalkan aliran air dan mengurangi risiko genangan di sekitar kawasan tersebut.
Pemindahan Bangunan di Area Drainase
Dalam proses pembangunan ini, beberapa bangunan yang berada di jalur drainase juga perlu ditata ulang. Warga setempat telah bersedia untuk melakukan pembongkaran dan relokasi bangunan mereka agar saluran drainase dapat dibangun dengan baik. Ini merupakan langkah penting untuk memastikan aliran air dapat berjalan lancar dan tidak terhambat oleh struktur yang ada.
Tujuan Pembangunan Drainase 385 Meter
Menurut Khairul Azmi, Kepala Dinas SDABMBK, pembangunan saluran ini merupakan bagian dari upaya untuk mengatasi genangan air yang sering terjadi di kawasan Jalan Karya Sei Agul. Dengan panjang saluran 385 meter dan spesifikasi beton yang telah disebutkan sebelumnya, proyek ini diharapkan dapat menyelesaikan masalah banjir tahunan yang mengganggu tiga jalan utama, yaitu Jalan Makmur, Jalan Setia, dan Jalan Rela.
Aliran Air yang Terintegrasi
Seiring dengan pembangunan drainase baru ini, aliran air dari permukiman akan diarahkan secara lebih sistematis menuju pembuangan akhir yang terhubung dengan Sungai Deli. Pengaturan ini bertujuan untuk mengurangi tumpukan air hujan yang selama ini menjadi masalah di kawasan Jalan Karya dan sekitarnya.
Harapan untuk Masyarakat
Pembangunan drainase 385 meter ini diharapkan dapat memberikan solusi nyata bagi masyarakat di Jalan Makmur, Jalan Setia, Jalan Rela, dan Jalan Karya. Selama ini, mereka harus menghadapi genangan air setiap kali hujan turun. Dengan adanya infrastruktur yang lebih baik, diharapkan kualitas hidup masyarakat dapat meningkat.
Target Penyelesaian Proyek
Dinas SDABMBK menargetkan agar proses pengerjaan drainase ini dapat diselesaikan pada akhir Desember 2026. Dengan target waktu yang jelas, diharapkan proyek ini dapat berjalan sesuai rencana dan memberikan manfaat maksimal bagi warga yang selama ini terdampak banjir.
Komitmen Pemko Medan dalam Pengendalian Banjir
Pembangunan drainase ini adalah bagian dari komitmen Pemko Medan di bawah kepemimpinan Rico Waas untuk memperkuat infrastruktur pengendalian banjir. Langkah ini bertujuan untuk menciptakan lingkungan permukiman yang lebih aman dan nyaman bagi masyarakat, serta untuk mengurangi risiko banjir di masa mendatang.
Dengan adanya pembangunan drainase yang baik, masyarakat di kawasan Sei Agul diharapkan dapat menikmati kenyamanan dan keamanan dalam beraktivitas sehari-hari. Upaya ini menunjukkan bahwa pemerintah daerah serius dalam menangani masalah yang selama ini mengganggu kehidupan masyarakat.




