Ibadah Dipimpin Jovanca Elshya Pangau, Jemaat GMIM Alfa-Omega Rumengkor Diuji Sebelum Ditetapkan

Ibadah Minggu pagi di Gereja Masehi Injili di Minahasa (GMIM) Alfa-Omega Rumengkor pada tanggal 27 September 2026 berlangsung dengan penuh hikmat. Kehadiran jemaat yang antusias menandai pentingnya momen tersebut, yang tidak hanya sekedar rutinitas, tetapi juga kesempatan untuk merenungkan nilai-nilai spiritual yang mendalam.
Pemimpin Ibadah yang Inspiratif
Pemimpin ibadah pada kesempatan itu adalah Jovanca Elshya Pangau, S.Th. Dengan pengalamannya, ia mampu menyampaikan pesan yang relevan dan menggugah semangat jemaat untuk lebih memahami makna pelayanan dalam konteks kehidupan sehari-hari.
Pesan Alkitab yang Menggugah
Dalam ibadah tersebut, pembacaan Alkitab merujuk pada MTPJ GMIM, dengan fokus pada 1 Timotius 3:1-13, yang membahas tentang “Syarat-syarat bagi pengawas jemaat” dan “Syarat-syarat bagi diaken”. Tema yang diangkat adalah “Diuji Dahulu Baru Ditetapkan dalam Pelayanan”, menggambarkan pentingnya integritas dan keteladanan bagi setiap pelayan serta jemaat Tuhan.
Khotbah yang Menginspirasi
Jovanca Elshya Pangau memulai khotbahnya dengan mengulas sosok Timotius, seorang tokoh muda Kristen di abad pertama, yang dikenal sebagai murid, rekan kerja, serta anak rohani dari Rasul Paulus. Melalui contoh ini, ia menekankan pentingnya memiliki figur teladan dalam kehidupan beriman.
Dalam sambutannya, Jovanca juga mengekspresikan rasa terima kasih kepada Badan Pekerja Majelis Jemaat (BPMJ) atas kesempatan yang diberikan untuk melayani. Penghargaan ini menunjukkan pentingnya kolaborasi dalam menjalankan setiap pelayanan gerejawi.
Ukuran Sejati Seorang Pelayan
Jovanca menekankan bahwa ukuran utama seorang pelayan dan orang percaya tidak hanya terletak pada kemampuan berbicara atau bernyanyi. Lebih dari itu, yang terpenting adalah bagaimana mereka menjalani kehidupan sehari-hari yang mencerminkan keteladanan. “Ada orang yang pandai berbicara tentang kejujuran, tetapi kehidupannya sendiri tidak mencerminkan nilai tersebut,” tegasnya.
Ia merujuk pada ajaran Rasul Paulus, yang menggambarkan sosok pemimpin bijaksana. Menurutnya, seorang pemimpin harus bukan peminum, pendamai, serta mampu memimpin keluarganya dengan baik. Kriteria ini menunjukkan bahwa tugas kepemimpinan dalam gereja tidak hanya bersifat spiritual tetapi juga harus diimbangi dengan tanggung jawab moral.
Pentingnya Keteladanan dalam Kehidupan Sehari-hari
Jovanca mengingatkan jemaat bahwa iman seseorang harus tercermin dalam sikap dan perilaku sehari-hari, termasuk dalam interaksi dengan pasangan, anak-anak, orang tua, dan masyarakat. Ini adalah bentuk nyata dari pengamalan iman yang sesungguhnya.
Menjadi orang percaya tidak hanya berarti aktif beribadah di gereja. Namun, ini juga mencakup konsistensi dalam melakukan hal-hal yang benar, meskipun tidak ada yang melihat. “Rasul Paulus menekankan bahwa kesaksian harus dimulai dari diri sendiri dan keluarga. Mengajar serta memberi teladan kepada anak-anak adalah hal yang sangat penting,” ujarnya.
Pentingnya Penguasaan Diri
Jovanca juga menekankan pentingnya penguasaan diri. Seorang pelayan harus mampu mengendalikan emosinya, tidak mudah marah atau tersinggung, serta menghindari sikap menghakimi. “Mengalah bukan berarti lemah, dan meminta maaf bukan berarti kalah,” ungkapnya. Ini adalah prinsip-prinsip yang harus dipegang oleh setiap pelayan dalam menjalankan tugasnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa panggilan untuk menjadi teladan tidak hanya berlaku bagi Penatua dan Diaken, tetapi juga untuk seluruh jemaat. “Mungkin ada orang di luar sana yang tidak pernah membaca Alkitab atau masuk gereja, tetapi mereka bisa ‘membaca’ Kristus melalui keteladanan hidup kita,” tambahnya.
Refleksi Diri bagi Setiap Jemaat
Jovanca mendorong setiap jemaat untuk merenungkan sikap hidup mereka. “Mari kita bertanya pada diri masing-masing: bagaimana sikap kita, sejauh mana penguasaan diri kita, dan apakah kita sudah sungguh-sungguh jujur?” Perenungan ini merupakan langkah awal untuk mencapai peningkatan kualitas iman dan pelayanan.
Kehadiran Para Pelayan dalam Ibadah
Ibadah tersebut juga dihadiri oleh Pdt. Friski Palandi, S.Th, Wakil Ketua BPMJ Pnt. Seni Lumi, Bendahara Dkn. Vonny Pondaag, serta berbagai Pelayan Khusus (Pelsus) dan jemaat dari Kolom 1 hingga Kolom 16. Kehadiran mereka menunjukkan komitmen bersama dalam membangun jemaat yang kuat dan bersatu.
Jadwal Ibadah Rutin
GMIM Alfa-Omega Rumengkor secara rutin menyelenggarakan ibadah Minggu dalam dua sesi, yaitu Sesi I pada pukul 06.00 WITA dan Sesi II pada pukul 09.00 WITA. Dengan jadwal ini, gereja berupaya untuk memfasilitasi seluruh jemaat dalam beribadah dengan nyaman.
- Ibadah Minggu rutin diadakan dua sesi
- Sesi I dimulai pukul 06.00 WITA
- Sesi II dimulai pukul 09.00 WITA
- Dukungan penuh dari BPMJ dan pelayan lainnya
- Fokus pada peningkatan kualitas iman dan pelayanan
Kegiatan ibadah ini bukan hanya menjadi ajang untuk beribadah, tetapi juga sebagai tempat untuk saling mendukung dalam memperkuat iman dan membangun keteladanan di antara jemaat. Dengan demikian, diharapkan setiap individu dapat berkontribusi dalam membangun komunitas yang lebih baik, berdasarkan nilai-nilai Kristiani yang kokoh.



