Relawan Prabowo dan Gibran Dukung Sufmi Dasco untuk Memperkuat Persatuan Nasional

Jakarta – Ketua Umum Relawan ALL Cipayung Prabowo-Gibran, David Pajung, memberikan dukungan kepada Wakil Ketua DPR RI, Prof. Sufmi Dasco Ahmad, terkait pernyataannya yang menekankan pentingnya penguatan ‘Persatuan Nasional’. Dalam konteks dinamika politik dan sosial yang terjadi saat ini, dukungan ini dianggap sangat relevan untuk memperkokoh kerjasama dalam menghadapi tantangan bangsa.
Menopang Pemerintahan Prabowo-Gibran
David Pajung, yang juga merupakan seorang aktivis yang berpengalaman, menilai bahwa pernyataan yang disampaikan oleh Sufmi Dasco Ahmad bukan hanya sekadar retorika, tetapi merupakan langkah konkret untuk mendukung pemerintahan Prabowo-Gibran dalam mencapai kesejahteraan masyarakat. Dalam pandangannya, kolaborasi antara semua pihak sangat diperlukan untuk menanggulangi isu-isu yang dihadapi bangsa.
Pernyataan tersebut diungkapkan Sufmi Dasco Ahmad di Aula Barat ITB pada hari Kamis, 5 Maret 2026, saat peluncuran buku yang ditulis oleh Syahganda Nainggolan. Buku tersebut berjudul “Menggugat Republik” dan juga menjadi bagian dari seminar nasional yang mengangkat tema “Prabowonomics, Demokrasi dan Arah Republik ke Depan.”
Manifestasi Kebangsaan dan Nasionalisme
Menurut David Pajung, apa yang disampaikan oleh Sufmi Dasco Ahmad adalah cerminan dari sikap kebangsaan dan nasionalisme yang mendalam. Sebagai seorang politisi yang berpengalaman, Dasco melihat berbagai dinamika yang terjadi dalam masyarakat dan mengajak semua elemen untuk bersatu demi kepentingan nasional.
David menyatakan, “Fenomena saling serang di media sosial oleh berbagai pihak, baik aktivis maupun kelompok politik, sangat tidak konstruktif. Hal ini terjadi di saat pemerintah sedang berupaya keras untuk mewujudkan visi dan misi dalam meningkatkan kesejahteraan rakyat.” Ia menekankan pentingnya menjaga kesatuan dalam menghadapi tantangan-tantangan yang ada.
Mewujudkan Indonesia Emas 2045
David menambahkan bahwa konsep dan rancangan Asta Cita Presiden Prabowo harus didukung secara kolektif oleh seluruh elemen masyarakat. Ia menekankan bahwa desain ini tidak boleh terhambat oleh perbedaan politik dan sosial yang ada. “Kita harus bekerja sama menuju Indonesia Emas 2045,” tegasnya.
Prof. Sufmi Dasco sendiri dikenal sebagai Pimpinan DPR RI yang proaktif dalam menyerap aspirasi masyarakat. Salah satu tindakan yang mencolok adalah ketika dia berperan aktif dalam meredakan situasi saat demonstrasi mahasiswa dan aktivis yang berlangsung pada Agustus 2025, yang sempat mengancam stabilitas sosial politik di Indonesia.
Pentingnya Tindakan Responsif
Jika tidak ada respon cepat dari Dasco sebagai pimpinan DPR RI pada saat itu, kemungkinan terjadinya kerusuhan bisa lebih besar. “Tangan dingin dan solusi efektif yang diberikan oleh Don Dasco sangat membantu dalam menciptakan suasana yang kondusif,” ujar David Pajung.
David juga menyatakan bahwa ajakan untuk memperkuat Persatuan Nasional sangat relevan sebagai bentuk moral dan kebangsaan di tengah berbagai konflik global yang sedang berlangsung. “Apa yang disampaikan oleh Don Dasco harus dilihat dari kapasitasnya sebagai Pimpinan DPR RI, yang merupakan representasi suara rakyat,” ujarnya menekankan.
Pernyataan Dasco di ITB
Ketika Sufmi Dasco memberikan pidato di Aula Barat ITB, suasana ruangan menjadi hening. Pidato tersebut berlangsung di akhir acara peluncuran buku karya Syahganda Nainggolan yang berjudul “Menggugat Republik” dan seminar tentang “Prabowonomics, Demokrasi dan Arah Republik ke Depan.” Momen ini menjadi puncak diskusi yang menarik perhatian para hadirin.
“Buku ini sangat kritis,” ungkap Dasco. Dia melanjutkan, “Kegelisahan mendasar yang melatarbelakangi buku ini adalah bahwa demokrasi dapat berjalan secara prosedural, tetapi belum tentu manfaat pembangunan dapat dirasakan secara merata oleh seluruh lapisan masyarakat.”
Pentingnya Keadilan Sosial
Dasco kemudian menekankan bahwa keadilan, terutama dalam aspek ekonomi, harus menjadi prioritas. “Tanpa keadilan, kohesi sosial kita akan tergerus,” ucapnya sambil menatap hadirin.
Pernyataan tersebut berlanjut menjadi ajakan bagi masyarakat sipil untuk bersatu. “Banyak yang bertanya berapa lama waktu yang dibutuhkan bagi Presiden Prabowo Subianto untuk memenuhi janji-janji beliau. Namun, pertanyaan yang lebih penting adalah sebaliknya: berapa lama waktu yang diperlukan agar masyarakat sipil dapat bersatu untuk memperkuat persatuan nasional, agar Prabowo memiliki waktu untuk menunaikan janji-janji tersebut?”
Menghadapi Permasalahan Struktural
Dasco juga menyampaikan bahwa pemerintah saat ini dihadapkan pada berbagai persoalan struktural yang kompleks, termasuk permasalahan izin pertambangan yang tidak memberikan manfaat bagi negara. “Jika ada izin usaha pertambangan (IUP) yang tidak memberikan keuntungan bagi negara, pemerintah harus mencabutnya,” katanya dengan tegas.
Pernyataan tersebut menutup seminar yang berlangsung sejak siang hari dengan penuh semangat, interupsi gagasan, dan emosi dari para peserta. Diskusi tersebut mencerminkan keinginan untuk melihat Indonesia yang lebih baik di masa depan, di bawah kepemimpinan yang proaktif dan responsif terhadap aspirasi masyarakat.




