Fraksi Gerindra Dukung Polda Lampung Atas Pengungkapan 379 Kasus Narkoba

Dalam upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, Fraksi Partai Gerindra DPRD Provinsi Lampung memberikan dukungan penuh kepada Kepolisian Daerah (Polda) Lampung yang baru-baru ini berhasil mengungkap 379 kasus terkait narkoba. Pengungkapan ini melibatkan 530 tersangka dalam rangka Operasi Antik Krakatau 2026, yang menunjukkan komitmen serius dalam memerangi peredaran narkotika di wilayah tersebut.
Penghargaan Terhadap Kinerja Polda Lampung
Ketua Fraksi Partai Gerindra DPRD Provinsi Lampung, H. Fahrurrozi, ST, MM, mengungkapkan bahwa keberhasilan Polda Lampung dalam mengungkap ratusan kasus narkoba merupakan langkah strategis untuk menghadapi tantangan peredaran narkotika di daerah. Menurutnya, pencapaian ini tidak hanya perlu diapresiasi, tetapi juga harus menjadi motivasi bagi semua pihak untuk lebih aktif dalam pemberantasan narkoba.
Pentingnya Konsistensi Dalam Pemberantasan Narkoba
Fahrurrozi menekankan bahwa upaya pemberantasan narkoba harus dilakukan secara berkelanjutan. Peredaran narkotika bukan sekadar masalah hukum, tetapi juga berdampak besar terhadap masyarakat, terutama generasi muda yang menjadi target utama. Oleh karena itu, langkah-langkah pencegahan perlu diperkuat untuk melindungi mereka dari bahaya penyalahgunaan narkotika.
Apresiasi dan Harapan untuk Polda Lampung
“Kami memberi penghargaan kepada Polda Lampung beserta seluruh jajarannya yang telah berjuang keras dalam mengungkap kasus narkoba melalui Operasi Antik Krakatau,” ungkap Fahrurrozi. Keberhasilan ini merupakan cerminan dari komitmen aparat penegak hukum dalam memberantas jaringan peredaran narkotika yang merusak. Namun, penindakan saja tidak cukup; perlu diimbangi dengan langkah-langkah pencegahan yang efektif.
Barang Bukti yang Ditemukan dalam Operasi
Selama pelaksanaan operasi ini, pihak kepolisian berhasil mengamankan sejumlah barang bukti signifikan. Salah satu yang paling mencolok adalah sabu-sabu dengan total berat mencapai 85.916,71 gram, setara dengan hampir 86 kilogram. Pengungkapan ini menunjukkan skala besar dari masalah narkoba yang harus ditangani.
Sinergi untuk Memerangi Narkoba
Fahrurrozi menambahkan bahwa pemberantasan narkoba memerlukan sinergi dari berbagai elemen masyarakat. Kolaborasi antara kepolisian, pemerintah daerah, lembaga pendidikan, keluarga, dan masyarakat sangatlah penting. “Peredaran narkoba harus menjadi perhatian bersama. Kita tidak boleh membiarkan generasi muda menjadi korban,” tegasnya.
Penguatan Upaya Pencegahan
Ia juga mendorong agar keberhasilan Operasi Antik Krakatau tidak berhenti pada penindakan semata. Langkah-langkah pencegahan dan edukasi di masyarakat harus diperkuat untuk memastikan bahwa generasi mendatang terlindungi dari ancaman narkotika. Edukasi mengenai bahaya narkoba dan peningkatan pengawasan dinilai sangat penting dalam memutus mata rantai peredaran narkotika.
Dukungan Terus Menerus dari Fraksi Gerindra
Fraksi Gerindra DPRD Provinsi Lampung menegaskan dukungannya terhadap upaya aparat kepolisian dalam menciptakan Lampung sebagai daerah yang aman dan terbebas dari peredaran narkotika. “Kami berharap ke depan sinergi antara aparat penegak hukum, pemerintah daerah, DPRD, dan masyarakat semakin kuat. Dengan demikian, upaya pemberantasan narkoba dapat dilakukan secara berkelanjutan,” ujar Fahrurrozi.
Pemberantasan Narkoba yang Komprehensif
Kapolda Lampung Irjen Pol Helfi Assegaf sebelumnya juga menyampaikan bahwa untuk menghadapi tindak pidana narkoba diperlukan pendekatan yang komprehensif, yang meliputi upaya pencegahan dan penindakan secara bersamaan. Dalam operasi tersebut, pihak kepolisian berhasil mengamankan berbagai barang bukti narkotika serta barang terkait lainnya, yang mencakup:
- Sabu-sabu: 85.916,71 gram
- Ganja: 49,34 gram dan delapan batang pohon ganja
- Ekstasi: 274 butir dan 2,37 gram
- Obat-obatan: 309 butir
- Tembakau sintetis: 463,6 gram
Nilai Ekonomis dan Dampak Sosial
Selain barang bukti narkotika, polisi juga menyita uang tunai sebesar Rp67.781.000, 27 unit sepeda motor, dan sembilan unit kendaraan roda empat. Total nilai ekonomi dari seluruh barang bukti yang berhasil disita mencapai Rp158.838.252.000. Polda Lampung memperkirakan hasil pengungkapan tersebut dapat menyelamatkan sekitar 432.356 jiwa dari dampak penyalahgunaan narkotika, yang merupakan angka yang sangat signifikan.
Operasi Melibatkan Banyak Personel
Operasi ini melibatkan 779 personel, yang terdiri dari 160 personel Satgas Polda Lampung dan 619 personel Satgas Polres jajaran. Keberhasilan operasi ini adalah hasil dari kerja keras tim yang terlatih dan berkomitmen untuk memberantas peredaran narkoba di wilayah Lampung.
Dengan langkah-langkah yang telah diambil oleh Fraksi Gerindra dan Polda Lampung, harapan akan terciptanya masyarakat yang bebas dari narkoba semakin mendekati kenyataan. Dukungan semua pihak sangat diperlukan untuk memastikan keberhasilan upaya ini dalam jangka panjang.