Rektor Unismuh Luwuk Hargai Kadisdikbud Banggai Sebagai Narasumber Kuliah Umum S2 Pedagogi
Pendidikan adalah fondasi penting dalam membangun masa depan yang lebih baik. Dalam konteks ini, Universitas Muhammadiyah Luwuk (Unismuh Luwuk) menunjukkan komitmennya terhadap pengembangan kualitas pendidikan melalui penyelenggaraan kuliah umum Program Studi S2 Pedagogi. Acara ini dihadiri oleh berbagai kalangan, termasuk akademisi, kepala sekolah, dan mahasiswa, untuk mendiskusikan tantangan dan peluang yang dihadapi di era digital. Dalam kuliah umum ini, Rektor Unismuh Luwuk, Dr. Sutrisno K. Djawa, memberikan penghargaan kepada Kadisdikbud Kabupaten Banggai, Syafruddin Hinelo, yang diundang sebagai narasumber utama.
Transformasi Digital dalam Pendidikan
Pada Jumat, 25 September 2026, kuliah umum yang mengusung tema “Membangun Guru Profesional dan Berdaya Saing di Era Transformasi Digital” ini dilaksanakan dalam format hybrid, memungkinkan partisipasi secara langsung maupun daring. Hal ini mencerminkan adaptasi terhadap perkembangan teknologi yang semakin pesat.
Mahasiswa baru Program S2 Pedagogi, kepala sekolah, guru, serta jajaran akademisi Unismuh Luwuk turut ambil bagian dalam kegiatan ini. Kehadiran mereka menunjukkan betapa pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia.
Peran Penting Narasumber
Rektor Unismuh Luwuk, Dr. Sutrisno K. Djawa, secara resmi membuka acara tersebut, didampingi oleh sejumlah petinggi universitas, termasuk Ketua Badan Pembina Harian (BPH) Dr. Farid Haluti, Dekan FKIP Dr. Armin Haluti, dan Ketua Program Studi S2 Pedagogi Dr. Hasrat Aimang. Kehadiran Syafruddin Hinelo sebagai narasumber sangat berharga, karena beliau menyampaikan wawasan mengenai tantangan dan kebutuhan pendidikan di tengah kemajuan teknologi.
Dalam sambutannya, Dr. Sutrisno menekankan bahwa kemajuan dalam sektor pendidikan tidak dapat sepenuhnya ditanggung oleh sekolah atau dinas pendidikan saja. Penting untuk melibatkan berbagai elemen dalam ekosistem pendidikan, termasuk keluarga, masyarakat, dan sektor industri.
Kolaborasi dalam Ekosistem Pendidikan
Sutrisno menekankan bahwa ekosistem pendidikan saat ini jauh lebih luas daripada sekadar institusi pendidikan. Ia menyebutkan bahwa orang tua, perguruan tinggi, pemerintah, dan dunia usaha juga memegang peran penting dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang mendukung.
- Orang tua sebagai pendidik pertama di rumah
- Sekolah dan perguruan tinggi yang memberikan pendidikan formal
- Pemerintah yang menyediakan kebijakan dan regulasi
- Dunia usaha yang membuka peluang kerja
- Masyarakat yang berperan dalam mendukung pendidikan
Kolaborasi antara sektor-sektor ini menjadi krusial, terutama dalam mempersiapkan sumber daya manusia yang unggul untuk menghadapi tantangan Indonesia Emas 2045 dan memanfaatkan bonus demografi yang ada.
Potensi Sumber Daya Alam dan Manusia
Dalam diskusi, Sutrisno juga menyoroti potensi sumber daya alam Kabupaten Banggai. Ia berargumen bahwa meskipun daerah ini kaya akan sumber daya alam, penting untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia agar dapat bersaing secara berkelanjutan. “Jika kita ingin menemukan keunggulan, maka kita harus mempersiapkan sumber daya manusia yang dapat menghidupkan kreativitas,” ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa daerah yang berkembang melalui industri berbasis sumber daya alam perlu siap menghadapi perubahan ketika sumber daya tersebut mengalami penurunan. Oleh karena itu, investasi dalam peningkatan kualitas manusia melalui pendidikan harus menjadi prioritas.
Program Studi S2 Pedagogi sebagai Solusi
Keberadaan Program Studi S2 Pedagogi di Unismuh Luwuk merupakan langkah strategis dalam meningkatkan kualitas tenaga pendidik, khususnya di Kabupaten Banggai. Dr. Sutrisno menjelaskan bahwa program ini bertujuan untuk memberdayakan guru-guru yang luar biasa agar terus meningkatkan kompetensinya.
“Ini adalah salah satu upaya untuk meningkatkan sumber daya manusia di bidang pendidikan,” ujarnya. Ia berharap agar para mahasiswa tidak hanya sekadar memperoleh gelar akademik, tetapi juga dapat memberikan dampak positif di lingkungan sekolah dan masyarakat.
Tanggung Jawab Perguruan Tinggi
Rektor Unismuh Luwuk menekankan bahwa perguruan tinggi memiliki tanggung jawab untuk mempersiapkan generasi muda agar tidak perlu pergi jauh untuk mendapatkan pendidikan dan keterampilan yang relevan. “Kita harus mempersiapkan mereka agar siap menghadapi tantangan di masa depan,” jelasnya.
Syafruddin Hinelo, dalam kapasitasnya sebagai narasumber, memberikan pandangan berharga tentang tantangan yang dihadapi oleh para guru dalam konteks transformasi digital. Hal ini menjadi penting bagi mahasiswa baru S2 Pedagogi, sebagai momentum untuk memperluas wawasan mereka tentang profesi guru di tengah perubahan yang cepat ini.
Pengembangan Kompetensi Guru
Melalui kuliah umum ini, Unismuh Luwuk berkomitmen untuk mencetak tenaga pendidik yang tidak hanya kompeten secara akademis, tetapi juga adaptif, kreatif, dan inovatif. Sebagai bagian dari upaya ini, mahasiswa diharapkan mampu mengikuti perkembangan teknologi yang terus berubah.
Dengan demikian, mereka dapat menjadi agen perubahan yang mampu menjawab tantangan pendidikan di era digital. Kuliah umum ini tidak hanya menambah wawasan, tetapi juga menumbuhkan semangat kolaborasi di antara semua pemangku kepentingan dalam pendidikan.
Menjawab Tantangan dan Kebutuhan Pendidikan
Setelah pemaparan dari Syafruddin Hinelo, peserta kuliah umum diajak untuk mendiskusikan berbagai tantangan dan kebutuhan yang ada dalam dunia pendidikan saat ini. Beberapa poin penting yang dibahas meliputi:
- Peran teknologi dalam pembelajaran
- Kebutuhan akan guru yang profesional dan berdaya saing
- Strategi untuk meningkatkan kualitas pendidikan
- Pentingnya kerjasama antara pihak sekolah dan pemerintah
- Peran masyarakat dalam mendukung pendidikan
Diskusi ini menjadi sarana bagi mahasiswa untuk berpikir kritis dan kreatif dalam menghadapi tantangan di dunia pendidikan.
Dengan demikian, kegiatan kuliah umum ini tidak hanya menjadi ajang penyampaian informasi, tetapi juga sebagai wadah untuk mengembangkan ide-ide baru yang dapat diterapkan dalam praktik pendidikan sehari-hari.
Rektor Unismuh Luwuk, Dr. Sutrisno K. Djawa, berharap agar kegiatan ini dapat menjadi langkah awal bagi mahasiswa untuk berkontribusi dalam membangun pendidikan yang berkualitas di Kabupaten Banggai dan sekitarnya.
Dengan adanya dukungan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah dan institusi pendidikan, diharapkan akan tercipta ekosistem pendidikan yang kuat dan berkelanjutan, mampu menjawab tantangan zaman dan mendukung pengembangan sumber daya manusia yang berkualitas.




